Hujan Berlangsung hingga Desember

BENGKULU, BE – Tingginya curah hujan yang terjadi saat ini disebut baru permulaan musim penghujan. Pasalnya, Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Bengkulu memprediksi puncak hujan baru akan terjadi pada Desember mendatang.

“Intensitas hujan saat ini masih di bawah normal. Puncaknya akan terjadi Desember nanti,” ujar Kepala Kelompok Analisa dan Perkiraan BMKG Fatmawati Bengkulu, Suparwi SP, kemarin.

Prediksi itu didasarkan analisa musim peralihan dari kemarau ke musim hujan baru terjadi September dan Oktober. Biasanya musim peralihan berada pada  Agustus dan September. Hal itu juga yang menyebabkan intensitas hujan pada November masih di bawah normal. Karena masih dekat dengan musim peralihan

“Bulan Desember nanti harus waspada. Terutama mereka yang berada dititik-titk banjir dan longsor. Sebab intensitas hujan akan semakin tinggi,” tambahnya.

Masuknya musim hujan dikarenakan angin yang bertiup saat ini adalah angin barat. Angin barat membawa uap air dari Samudra Hindia dan Laut Cina Selatan. Sedangkan pada musim kemarau angin yang bertiup adalah angin timur, uap air yang dibawa sebelum sampai ke Indonesia dihalangi oleh Benua Australia
“Untuk gelombang laut sekarang masih relatif kecil. Paling tinggi 2,5 meter berada di Pulau Enggano,” tambahnya

Dikepung Banjir
Kemarin sejak sore hingga malam hari, Kota Bengkulu dilanda hujan deras. Sedikitnya 10 kelurahan dilaporkan mengalami banjir. Bahkan kawasan yang selama ini biasanya tak pernah dilanda banjir kali ini ikut terendam. Banjir terparah terjadi di Kelurahan Penurunan tepatnya di sekitar area Bengkulu Indah Mall (BIM). ketinggian banjir mencapai dada orang dewasa.

“Air mulai masuk sekitar pukul 16.00 WIB. Daerah ini memang biasa banjir tapi tidak sampai setinggi ini,” ungkap Jailani Ketua RT 02 Penurunan
Menurut Jailani, banjir ini disebabkan debit air tidak sesuai dengan daya tampung drainase yang ada. Selain itu saluran air yang ada di pinggir jalan tidak berfungsi lagi karena sudah dipenuhi sampah dan pasir.

“Pendangkalan yang terjadi di muara harus dikeruk dengan alat berat. Selain itu drainase harus diperlebar agar bisa menampung debit air yang banyak,” tambah Jailani

Sementara itu banjir yang terjadi bukan hanya merendam pemukiman warga tapi juga membuat beberapa tembok pagar warga roboh. Bahkan dikabarkan ada seorang nenek dan seorang anak kecil pingsan dan dilarikan ke rumah sakit.
Banjir juga melanda Kelurahan Berkas. Banjir yang terjadi di daerah ini sangat mengejutkan. Sebab daerah ini termasuk kawasan yang cukup tinggi.

“Selama 40 tahun tinggal di daerah ini, baru ini saya mengalami yang namanya banjir. Kejadian ini sungguh tak terduga. Setelah saya periksa, ternyata banjir yang surut ditolak kembali oleh laut. Itulah makanya air menggenang ke mana-mana,” kata Heri, Ketua RT 2 Berkas.
Begitu pula dengan kawasan Rawa Makmur. Air di lokasi ini mencapai mencapai 80 cm.

“Setelah 2 jam hujan, air langsung menggenangi rumah kami,” ungkap Zuheri Amir (42), salah satu warga yang tinggal di Jalan Merpati 5, Rawa Makmur.

Sementara itu Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Bengkulu  Drs Herman Siddik menjelaskan bahwa banjir memang melanda beberapa titk di Kota Bengkulu seperti Sukamerindu, Jalan Gunung Bungkuk, Lempuing, Kebun Ros, Muhajirin, Tebeng, Rawa Makmur, dan  Tanjung Agung. Banjir ini disebabkan derasnya air hujan yang turun serta banyaknya saluran air yang tidak berfungsi dengan maksimal.
“Untuk sementara kita dari BPBD hanya memantau terlebih dahulu. Apabila dianggap darurat kita akan mendirikan posko dan membantu warga,” ungkap Herman.

Sementara Kepala Dinas Sosial (Dinsos) Kota Bengkulu Sri Sumaya SE memaparkan dinasnya dalam kondisi siaga untuk menangani dampak banjir. Saat ini, lanjutnya, Dinsos sudah menyiapkan bantuan berupa beras, mie instan, obat-obatan dan lain-lain. “Apabila dampak banjir sudah menimpa sedikitnya 300 KK, kami akan segera menyalurkan bantuan kepada warga yang tertimpa dampak banjir tersebut,” imbuhnya.

Harus Siaga Bencana
Di bagian lain Pelaksana tugas (Plt) Gubernur Bengkulu, Junaidi Hamsyah SAg MSi  menginstruksikan kepada pemerintah kabupaten dan kota di provinsi agar selalu siaga menghadapi bencana banjir dan longsor pada musim penghujan saat ini.

“Musim hujan ini diperkirakan terus berlangsung hingga akhir tahun nanti, untuk itu pemerintah kabupaten dan kota harus siaga terhadap bencana yang mungkin saja terjadi akibat hujan yang melebihi rata-rata ini,” kata Plt Gubernur usai pelantikan Caretaker Walikota Bengkulu, kemarin.
Ia juga meminta agar warga juga menyadari  untuk membersihkan lingkungannya,  terutama banyaknya sampah yang berserakan seringkali menjadi pemicu terjadinya banjir.

“Selain sungai yang akan meluap, sampah yang tertimbun di parit atau saluran pembuangan juga bisa mengakibatkan banjir, jadi dibutuhkan kesadaran kita bersama,” katanya.

Pemerintah kabupaten dan kota juga harus menyiapkan stok makanan  untuk menghadapi bencana yang sewaktu-waktu bisa terjadi , terutama jika warga harus mengungsi bila keadaan sudah darurat.
Di bagian lain,  Badan Penanggulangan Bencana Daerah Provinsi Bengkulu menyebutkan sedikitnya sudah empat kabupaten dan kota yang telah terkena banjir, yakni Kota Bengkulu, kabupaten Bengkulu Tengah, Seluma dan Kaur. Hanya saja belum mengakibatkan kerugian yang terlalu besar.

“Banjir yang terjadi di beberapa daerah tersebut masih didominasi akibat luapan air sungai dan penyumbatan drainase,” kata Koordinator pusat pengendali operasi penanggulangan bencana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Bengkulu, Edward.

Ia mengatakan tim dari BPBD Provinsi Bengkulu bekerjasama dengan BPBD kabupaten dan kota saat ini tengah berada di lapangan untuk melakukan pemantauan dan pendataan daerah mana saja yang terkena banjir serta melakukan pendataan rumah warga yang terendam banjir dan kerugian yang dialami warga tersebut.

Hingga saat ini laporan bencana banjir yang telah masuk ke BPBD, yakni Kecamatan Seluma Utara Kabupaten Seluma, tepatnya di Desa Sebayut yang  menyebabkan jalan akses ke kebun warga terputus.
“Namun sudah bisa diatasi oleh BPBD Kabupaten Seluma dan warga setempat,” tandasnya.(400/cw1/cw2)