Huda Syafii: Semua Itu Rekayasa dan Bohong

BENGKULU,BE– Terkait laporan sejumlah mahasiswa dan mantan pimpinan panti asuhan, atas tudingan peredaran narkoba dan penyimpangan bantuan dari donatur di Panti Asuhan Swasta Keluarga Mandiri, Bentiring, Pimpunan Panti Asuhan tersebut Huda Syafii mengatakan semua itu bohong dan penuh rekayasa.
“Semua itu bohong, silahkan kalau mau membuktikan semua itu, baik Polda maupun Polres sudah tahu panti ini, dan mereka sering datang kesini.

Itu hanya rekayasa kakak kandung saya sendiri,” ujar Huda
Menurut Huda masalah itu hanyalah masalah keluarga. Berawal saat Ismail yang melaporkannya itu, tak lain adalah kakak kandungnya sendiri meminta pada dibelikan sejenis kendaraan roda tiga, yang kemudian disulap menjadi sejenis kendaraan dilengkapi alat canggih, seperti komputer dan lain sebagainya. Nantinya kendaraan itu digunakan untuk berkeliling oleh sang kakak. Namun hal tersebut tidak bisa dipenuhi terlapor karena alasan tidak ada biaya.

“Kita tidak bisa memenuhi permintaan beliau. Karena hal tersebut tidaklah mungkin. Untuk panti saja kita menunggu bantuan dari donatur,”tambahnya.

Versi Huda Syafii, jika yang dibahas kalau dirinya telah menggelapkan dana itu justru terbalik. Karena selama ini Huda Syafii justru membantu sang kakak mendirikan panti asuhan di beberapa provinsi yang ada di Sumatera. Namun semua panti asuhan yang Ismail dirikan gagal karena duit yang diberikan Huda Syafii disalah gunakan. Mungkin karena sakit hati karena permintaannya tidak terpenuhi dan merasa disisihkan dari keluarga, Ismail lalu melaporkan adik kandungnya itu ke polda Bengkulu. Atas sikap kakaknya itu, Huda Syafii mengatakan tidak akan melaporkan balik kakaknya itu. Ia ingin menyelesaikan masalah itu dengan cara kekeluargaan terlebih dahulu.

“Kita belum ada rencana melaporkan Ismail. Karena dia kakak kandung saya. Kami ingin mengajak dia kembali ke panti asuhan ini lagi,” ungkapnya.

Selain itu Huda Syafii meminta kepada Mahasiswa yang membantu melaporkan masalah ini untuk tidak merespon atau mendukung permintaan Ismail.  Jika para mahasiswa tidak percaya silahkan datang ke panti asuhan di Bentiring tersebut,untuk mengecek kebenaran yang sebenarnya.(cw2)