Huda: Maksimalkan Tangani Gizi Buruk

FOTO: Choirul Huda

MUKOMUKO, Bengkulu Ekspress – Bupati Mukomuko, Choirul Huda dikonfirmasi Bengkulu Ekspress, kemarin (17/6) pagi menyampaikan, Sifa (11),yang beralamatkan di Desa Sungai Gading Kecamatan Selagan Raya yang menderita gizi buruk telah dilakukan penanganan oleh pemerintah. Meskipun demikian, Bupati telah menginstruksikan kembali kepada Dinas Kesehatan (Dinkes) supaya lebih maksimal dalam menangani gizi buruk tersebut.

“Sudah ditangani dan kembali saya instruksikan Dinkes segera mengambil langkah-langkah lebih lanjut. Jika ada kendala ataupun tidak dapat ditangani, segera dilaporkan kepada saya,” tegasnya.

Bupati juga mengharapkan masyarakat lebih pro aktif. Seperti cepat menyampaikan laporan ke Puskesmas-puskesmas terdekat. Sehingga penanganan dapat segera mungkin dilakukan. Bupati juga mengaku, jajaran Pemkab Mukomuko telah turun ke lapangan melihat langsung kondisi anak tersebut. Termasuk Ketua PKK Kabupaten Mukomuko serta intansi lainnya.

“Gizi buruk yang diduga disebabkan lain itu pengawasan dan pemantauan oleh Dinkes harus lebih maksimal dan ambil langkah-langkah lebih lanjut,” ungkapnya.

Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Mukomuko, Desriani SH melalui Sekretaris Bustam Bustomo SKM menyampaikan, Sifa anak berusia 11 tahun itu mengalami gizi buruk bukan disebabkan tidak makan atau kurang asupan makanan.Tetapi dikarenakan penyakit paru-paru. ”Hasil diagnosa, Sifa mengalami gizi buruk disebabkan penyakit paru-paru. Bukan murni dikarenakan kekurangan asupan makanan,”jelasnya.

Kendati demikian,kata Bustam, jajarannya terus melakukan pengawasan dan pemantauan.Termasuk rutin memberikan asupan makanan tambahan. Ia juga mengharapkan, peran masyarakat.Khususnya orang tua dari anak tersebut agar rutin membawa anak tersebut untuk berobat. Supaya dapat dilakukan langkah-langkah lebih lanjut, seperti anak tersebut akan dirongen dan diambil tindakan medis lainnya.

”Langkah-langkah lebih lanjut terus dilakukan. Harapannya peran serta masyarakat sekitar sangat penting supaya memberikan pemahaman kepada keluarga anak tersebut. Supaya anak tersebut kembali mendapatkan penanganan intensif di rumah sakit,”harapnya.

Ia juga menyampaikan, anak tersebut pernah di rujuk di RSUD Mukomuko dan RSUD M Yunus Bengkulu dan mendapatkan penanganan medis sekitar delapan hari. Kondisi anak tersebut terus mengalami kejang-kejang dan tetap mendapatkan penanganan medis. Hanya saja, orang tua anak tersebut memutuskan untuk keluar ke rumah sakit dan lebih memilih untuk berobat alternatif. Diketahui pula keluarga tersebut mendapatkan jaminan kesehatan, termasuk mendapatkan program PKH.

“Pada Maret 2019 lalu,tim dari Puskesmas kembali mendatangi kediaman Sifa dan anak tersebut dibawa ke RSUD Mukomuko. Perawatan baru dilakukan sekitar dua hari. Keluarga anak tersebut meminta pulang, dan saat ini anak tersebut hanya mendapatkan pemantauan dan pengawasan dari jajaran Puskesmas Selagan Raya,”ungkap Bustam Bustomo.(900)