Huawei Umumkan Kenaikan Laba Fantastis

BEIJING – Perusahaan teknologi asal Tingkok, Huawei Technologies mengumumkan kenaikan laba usaha pada kuartal ketiga 2014 lalu. Peningkatan laba itu didorong oleh kinerja yang kuat di semua sektor bisnis.

Seperti dikutip BBC, Rabu (31/3), Huawei mencatat kenaikan laba sebesar 21 persen pada tahun 2014 lalu menjadi Chines Yuan Renminbi (CNY) 27,9 miliar atau hampir sekitar Rp 59 triliun. Sebelumya, pada tahun 2013 silam perusahaan telekomunikasi terbesar kedua di dunia itu mendapatkan laba bersih sebesar CNY 21 miliar atau sekitar Rp 44 triliun.

Selisih kurs juga memiliki dampak besar pada pendapatan Huawei. Sebab, 60 persen penghasilan perusahaan yang bermarkas di Shenzhen itu berasal dari penjualan di luar negeri.

“Arus kas, pendapatan dan laba kami mengalami pertumbuhan dibandingkan dengan tahun 2013. Selain itu utang dan pembiayaan terus kami tingkatkan,” tutur Chief Financial Officer Huawei, Meng Wanzhou.

Kendati terus mengalami pertumbuhan, Huawei juga mendapat penolakan di beberapa negara, terutama di Amerika Serikat (AS). Sebab, para legislator di AS menganggap perusahaan yang berdiri pada 1987 itu  sebagai ancaman keamanan nasional karena dugaan tentang hubungannya yang sangat dekat dengan pemerintah Tiongkok.

Tak hanya di AS, di Australia pun Huawei juga dilarang terlibat dalam proyek jaringan di Benua Kanguru itu. Sebab, Australia curiga dengan keterkaitan kegiatan binsis Huawei dengan spionase.

Namun, Huawei tetap optimistis untuk dapat mengembangkan bisnis dengan investasi yang besar di seluruh dunia dalam bidang teknologi dan network. Misalnya, melalui komputasi awan (cloud) dan teknologi jaringan mobile generasi kelima atau 5G. (mg2/jpnn)