Hotel Sahid Garap Mess Pemda

sahid-hotelBENGKULU, BE – PT Sahid International Hotel Managemen, siap mengelola Mess Pemda menjadi hotel bintang IV. Namun, pihaknya pertama kali menawarkan diri sebagai pihak operator hotel tersebut.  “Sementara ini hanya sebagai operator. Tapi, kalau pemda menginginkan yang lebih, ya kita siap, karena kita sebagai investor,” kata Presiden Director Hariyadi B Sukamdani, kemarin.

Ia mengatakan, Mess Pemda tersebut bila dikelola oleh Sahid Group akan menjadi hotel yang sangat bagus  dibandingkan di daerah lain, karena berdekatan dengan bibir partai, Benteng Marlborough dan Kampung Cina. “Kalau dikelola dengan baik sangat menunjang pariwisata Bengkulu,” katanya.

Dia menambahkan, kerjasama tersebut juga bisa ditingkatkan hingga pembangunan lainnya seperti terminal Jetsky, kolam renang, dan menambah kamar. “Kami lihat yang kurang adalah interior dan operasional.  Kalau sekarang ini kami hanya menawarkan sebagai operator. Karena kita belum tahu maunya Pemda. Kita lihat sesuaikan keinginan Pemda dengan apa.  Saat ini Hotel Sahid sudah memiliki cabang,” katanya.

Sementara itu, Gubernur Bengkulu H Junaidi Hamsyah berharap hotel tersebut sudah bisa dioperasikan sebelum peringatan Hari Pers Nasional (HPN) 2014. Sebab  sudah siap sebagian fasilitas, tinggal menambah fasilitas interior dan manajemen pengelolaan.

“Kalau bisa tahun ini sudah beroperasi terlebih dahulu menyongsong HPN 2014. Baru kemudian dilanjutkan dengan pengembangan lain,” katanya.
Dia mengatakan sangat apresiasi terhadap niat Hotel Sahid Group yang akan mengelola Mess Pemda. Terlebih hotel tersebut memiliki manajemen yang baik dan jaringan yang luas di tingkat nasional dan internasional.

“Kalau diserahkan BUMD, saya kira tidak mampu. Karena itu kita tawarkan kesejumlah investor.  Selain Sahid, ada Hotel Caston yang menawarkan, semua belum final, kita baru mendengarkan presentase,” katanya.

Dia berharap Mess Pemda tersebut dapat menambah fasilitas penginapan menyongsong HPN 2014, karena membutuhkan fasilitas perhotelan yang cukup banyak. Selain itu, dapat menunjang pariwisata di Provinsi Bengkulu. “Karena banyak pariwisata yang potensial untuk dikelola,” katanya. (100)