Honorer K2 Tuntut Gaji

MEDI/Bengkulu Ekspress
Komisi III DPRD Kota hearing bersama honorer K2 Bengkulu, kemarin.

BENGKULU, Bengkulu Ekspress– Sebanyak 55 orang honorer kategori dua (K2) Kota Bengkulu mendatangi kantor DPRD kota, kemarin (15/10). Kedatangan mereka ini untuk menyampaikan aspirasi sekaligus menuntut hak yakni berupa tambahan gaji. Selama ini honorer, khususnya tenaga guru hanya menerima gaji mulai Rp 210 – 300 ribu per bulan dari anggaran BOS. Gaji ini dianggap tidak layak dibanding dengan tugas yang cukup berat.

Ketua Honorer K2 Provinsi Bengkulu, Ridwan mengatakan bahwa pihaknya meminta walikota dan anggota dewan memasukkan tambahan anggaran gaji honorer K2 di dalam APBD 2020 mendatang. “Walaupun hanya sebesar Rp 250 ribu setidaknya ada tambahan untuk para honorer dari APBD,” kata Ridwan usai menghadiri rapat bersama komisi III DPRD Kota.

Lebih lanjut disampaikan Sekretaris Forum Honorer K2 Bengkulu, Lamzairi, pada dasarnya para honorer ini minta diakui oleh pemerintah, salah satunya dengan meningkatkan kesejahteraan, kemudian juga meminta adanya penerbitan SK dari walikota agar bisa disetarakan gaji dengan UMR sekaligus menjadi bahan agar bisa melanjutkan jenjang karirnya. Sebab, mereka sudah puluhan tahun mengabdi untuk Kota Bengkulu melalui bidang masing-masing seperti guru, tenaga teknis, kesehatan, satpam, penjaga sekolah, dan beberapa bekerja di OPD pemda kota.

“Kami minta gaji sesuai dengan UMR. Kalau Pemkot tidak menyanggupi, ya kami kembalikan lagi kepada Pak Wali bagaimana baiknya, kami cuma bisa menuntut saja,” tambah Lamzairi.

Menanggapi hal itu, Ketua Komisi III DPRD Kota, Baidari Citra Dewi menyampaikan bahwa pihaknya meminta agar eksekutif dalam hal ini Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dikbud) Kota untuk segera menindaklanjuti tuntutan para honorer K2 tersebut.

Menginggat ini masalah kesejahteraan maka pihaknya juga akan memprioritaskan tambahan anggaran gaji tersebut jika ada usulan dari eksekutif, namun hal tersebut akan dikaji terlebih dahulu dan disesuaikan dengan kemampuan APBD kota. “Kami berusaha kepada Pak Walikota, agar gaji bisa dinaikkan dengan PAD yang sekarang. Itupun melalui Kadis Dikbud, ini salah satu prioritas kita,” kata Baidari.

Sementara itu, Kepala Dikbud Kota Bengkulu, Dra Rosmayeti MM mengatakan selama ini pihaknya sudah mempersiapkan dan mengkaji untuk peningkatan gaji honorer K2 tersebut, tetapi memang belum dipastikan karena masih menunggu instruksi walikota. Namun, dengan adanya tuntutan ini maka pihaknya akan mengusulkan serta mengkaji berapa besaran tambahan penghasilan honorer K2 tersebut. “Soal SK Walikota itu memang sudah diusulkan mudah-mudahan bisa terealisasi, kita berdoa saja,” sambung Rosmayeti. (805)



    Leave a Reply

    Your email address will not be published.*