Honor Tenaga Kontrak Dipotong

TAIS, Bengkulu Ekspress – Malang dialami nasib sebanyak 10 orang tenaga kontrak di Dinas Perpustakaan dan Arsip Daerah Kabupaten Seluma. Pasalnya, gaji honor mereka dipotong selama Maret dan April sebesar Rp 300/bulannya. Sehingga mereka hanya menerima honor setiap bulan Rp 700 ribu/orangnya. Ironisnya dalam SK kontrak kerja setiap bulannya mereka harus menerima gaji sebesar Rp 1 juta. Sehingga hal inilah membuat protes sejumlah tenaga kontrak yang sudah lama bekerja ini.

“Semulanya memang wacana, namun belakangan pemotongan dilakukan dengan berbagai alasan oleh bendahara atas perintah kepala dinas,” tegas salah seorang tenaga honor yang enggan dituliskan namanya.

Ironisnya, pemotongan honor 10 orang sebesar Rp 300/ribu perorang ini diperuntukkan untuk tenaga kontrak baru yang merupakan bawaan dari kepala dinas. Selain untuk honor tenaga kontrak baru, dalihnya anggaran pemangkasan tersebut juga diperuntukkan keperluan kantor. Seperti untuk membeli alat tulis kantor(ATK) serta untuk pembayaran listrik kantor. “Kami tidak terima, dimana honor kami dipangkas dan diperuntukkan membayar gaji tenaga kontrak baru yang dibawa kepala dinas,”imbuhnya.

Data yang berhasil dihimpun, jika paska dilantiknya sebagai kepala dinas. Kepala dinas yang baru saat ini membawa tenaga kontrak sebanyak tiga orang dengan total jumlah tenaga kontrak 13 orang. Di tambah lagi, honor mereka diberikan utuh tanpa adnya pemotongan. Sehingga hal ini menjadi kecemburuan di lingkungan tenaga kontrak lainnya. Dimana anggaran untuk tenaga kontrak tambahan tidak tersedia di dalam anggaran dinas.



Sementara itu, Kepala Dinas Perpustakaan dan Arsip Daerah Kabupaten Seluma, Rosdiana SSos MSi kepada Bengkulu Ekspress menerangkan, jika pemotongan gaji tenaga kontrak ini dilakukan untuk memenuhi kebutuhan dan oprasional dinas. Pasalnya, saat ini oprasional dinas tidak mencukupi atau kekurangan anggaran.“Uang dari pemangkasan ini untuk membeli ATK dan membayar listrik kantor, bukan untuk kepentingan saya,” kilahnya, kemarin (19/5).

Rosdiana berkilah, pemotongan yang dilakukan tidak lain hanyalah untuk memenuhi kebutuhan kantor. Dimana saat ini anggaran oprasional kantor tidak ada. Meliputi anggran ATK termasuk pembayaran listrik kantor sendiri. Dia membantah, jika tenaga kontrak sebanyak tiga orang yang baru saat ini bawaaanya. Penambahan ini terjadi saat waktu transisi kepemimpinan dari kepala dinas lama ke dirinya.

“Tenaga kontrak tiga orang ini memang harus diberikan gaji dan gaji mereka utuh. Karena urgen dan penting mengingat mereka di posisi sopir dan penjaga malam. Selebihnya kita gunakan untuk membayar listrik,” kilah Rosdiana.(333)