Honda Perkuat Dominasi Skutik Retro

20130206hondaPT Astra Honda Motor (AHM) memperkuat dominasi di segmen sepeda motor otomatik (skutik) retro dengan target penguasaan pasar sebesar 70 persen.  “Selama ini Honda menguasai sekitar 63 persen, kami menargetkan dengan model baru New Honda Scoopy-FI, bisa menguasai 70 persen pasar skutik retro,” kata Direktur Pemasaran AHM Margono Tanuwijaya, pada peluncuran New Honda Scoopy-FI, di Jakarta, Rabu.

Ia menjelaskan pasar skutik retro -yang membidik konsumen dengan keinginan ingin tampil gaya dan berbeda- agak terbatas.
Margono mengatakan segmen tersebut hanya sekitar empat persen dari total pasar sepeda motor di Indonesia.  “Kami ingin menjadikan model baru ini bisa diterima lintas gender dan segala usia, sehingga bisa memberi kontribusi besar pada segmen pasar tersebut,” ujar Margono yang menargetkan penjualan New Honda Scoopy-FI sebesar 15 ribu unit/bulan.

Eksekutif Wapresdi AHM Johannes Loman mengatakan Honda Scoopy menjadi pelopor di segmen skutik retro yang membidik pasar anak muda yang ingin tampil gaya dan beda.   “Ketika diluncurkan pertama kali pada Mei 2010, Scoopy mengisi pasar yang `blue ocean’,” ujarnya. Pada saat itu, Honda bermain sendiri di pasar skutik retro, katanya.

Namun, karena ternyata peminat dan permintaannya besar, sejumlah merek ikut bermain di segmen tersebut. Kendati demikian, kata dia, AHM tetap memimpin pasar.  “Sejak peluncuran Scoopy pertama kali pada 2010 sampai akhir Desember lalu, penjualannya sudah menembus hampir 500 ribu unit,” kata Loman.

Oleh karena itulah AHM mengembangkan Scoopy baru dengan teknologi injeksi (PGM-FI) yang lebih gaya untuk masyarakat perkotaan, guna memperkuat penguasaan pasar.  Selain itu, kata Loman, penggunaaan teknologi injeksi sesuai dengan rencana AHM membuat semua model ramah lingkungan dengan teknologi injeksi sampai 2013.

Sementara itu Presdir AHM Yusuke Hori mengatakan Scoopy pada awalnya dikembangkan untuk pasar sepeda motor di Jepang. Namun dalam perkembangannya, skutik retro itu lebih difokuskan untuk pasar Indonesia dan Thailand. “Kedua negara tersebut merupakan pasar Scoopy terbesar,” katanya.

Ia menyebut ada empat keunggulan dan perubahaan signifikan pada skutik retro yang mengusung mesin 110cc itu.  Pertama lebih irit 26 persen dibandingkan generasi sebelumnya dengan konsumsi bahan bakar 56 km/liter. Kedua, memiliki bagasi lebih lapang dengan kapasitas 15,4 liter sehingga mampu menyimpan helm.

Ketiga, lanjut dia, pada skutik baru itu dilengkapi projector headlight yang membuat sorot lampu lebih terang, serta keempat skutik tersebut disematkan garis asimetri terbaru yang berkesan “sporty” dan “stylish.”  Skutik tersebut dipasarkan dengan harga Rp13,9 juta di Jakarta.  (an)