Honda Grand VS Truk, Pelajar Tewas

DIRAWAT: Salah satu korban laka saat sedang di rawat di rumah sakit.

MANNA, bengkuluekspress.com – Kecelakaan lalu lintas dengan korban meninggal dari kalangan pelajar kembali terjadi di jalan raya dalam wilayah Bengkulu Selatan (BS). Kali ini korbannya Wafiq Trinata (16) pelajar salah satu SMA sederajat di BS.

Dirinya tewas setelah sepeda motor yang dikendarainya Honda Grand B 5272 AJ bertabrakan dengan Mobil truk yang tidak diketahui identitasnya sebab melarikan diri. Akibat kejadian tersebut, warga Desa Gunung Kembang, Manna tersebut mengalami luka berat di bagian kepala, patah tangan sebelah kiri dan luka di kedua kaki. Korban meninggal saat di rawat di rumah sakit umum daerah Hasanuddin Damrah Manna. Saat ini korban sudah dikebumikan di tempat pemakaman umum desa setempat. Sedangkan kendaraan yang adu kambing tersebut diamankan di Mapolres BS.

Kapolres BS, AKBP Deddy Nata SIK melalui Kasat Lantas, Iptu Eka Hendra STK SIK MH mengatakan laka lantas tersebut terjadi Rabu (7/7) sekitar pukul 23.05 wib di depan SPBU Tanjung Raman, Desa Tanjung Raman, Manna. Dijelaskan Eka, Kronologis kejadian kecelakaan dengan korban tewas tersebut berawal saat sepeda motor Honda Grand yang dikendarai korban berjalan dari arah SPBU Tanjung Raman melintas ke arah Kota Manna.

Tiba-tiba di tempat kejadian perkara (TKP) datang mobil truk dari arah Manna tujuan arah Kaur, sehingga tabrakan tak terelakan. Usai tabrakan antara Honda Grand dengan truck tersebut, Honda grand sepeda motor Honda Beat Nopol B 3942 CCK yang dikendarai Abet Salpero (24) warga Desa Pino Baru, Air Nipis dengan membonceng Dede Antoni (17) juga warga Desa Pino Baru, Air Nipis yang melaju dari arah manna tujuan arah kaur.

Beruntung kedua korban selamat. Namun keduanya harus dirawat di rumah sakit. Sebab Abet mengalami luka robek pada tangan kiri. Sedangkan Dede mengalami luka robek pada pada dan telapak kaki kiri.

“Saat ini korban yang terluka sedang dirawat di rumah sakit dan korban yang meninggal sudah dikebumikan di TPU desa setempat,” terang Eka Hendra. (369)







    Leave a Reply

    Your email address will not be published.*