Honda Gelar Pendidikan Safety Riding Untuk Siswa SMP

Mengenalkan pendidikan safety riding untuk pelajar SMP harusnya sudah menjadi salah satu agenda pokok yang harusdilakukansekolah, mengingat dalam aktifitas kesehariannya mereka selalu berhubungan dengan lalulintas dan jalan raya sehingga rentan terlibat kecelakaan.

Terbukti dengan tingginya angka kecelakaan usia 14 s/d 25 tahun. Kecelakaan ini terjadi dikarenakan minimnya pengetahuan safety riding serta kesadaran akan keselamatan masih rendah. Kondisi ini wajar karena pendidikan safety riding yang didapat dari orang tua ataupun lingkungan masih minim.

Pelajar SMP berada dalam tahap pengenalan berlalulintas secara langsung dan selalu berhubungan dengan jalan raya dalam aktifitasnya bersekolah, tak jarang mereka menggunakan sepeda motor sebagai alat transportasi dalam keseharian tanpa mereka sadari bahwa hal tersebut dapat berbahaya bagi diri sendiri ataupun orang lain.

Masyarakat pada umumnya menganggap belum waktunya memberikan pendidikan safety riding di usia SMP karena berpedoman pada undang – undang kepolisian yang mengatur batas usia naik sepeda motor adalah usia 17 tahun bahkan tidak jarang yang langsung menolak walaupun kenyataannya banyak anak usia SMP bahkan dibawahnya yang sudah bisa berkendara.

Namun harus diingat bahwa dengan belajar safety riding mereka akan mengerti dan paham bahaya dan resiko berkendara di jalan raya tanpa memiliki dasar – dasar berkendara, ketrampilan berkendara dan pengalaman berkendara adalah kecelakaan. Resiko kecelakaan adalah cidera serius atau meninggal. Ketrampilan tidak akan bisa dikuasai tanpa mengerti dasar-dasar berkendara demikian juga pengalaman berkendara tidak bisa dimiliki tanpa praktek berkendara.

Astra Motor melalui divisi Safety Riding di setiap kegiatan safety riding SMP selalu memberikan penyuluhan berupa teory dan Demo/Praktek Safety riding, Teory berisikan kondisi actual bahaya jalan raya, prediksi bahaya, pola-pola bahaya dan keselamatan diri saat berkendara.

Demo/Praktek memberikan dasardasar berkendara seperti belajar teknik menyeimbangkan ,pengendalian, konsentrasi, pengereman, melewati jalan tidak rata, membelok, postur berkendara dan tak lupa riding gear. Dengan memberikan penyuluhan diatas siswa akan mengerti bahwa untuk naik sepeda motor ternyata ada tahapan-tahapan yang harus dikuasai dengan benar dulu, sebelum tahapan keseimbangan, pengendalian, pengereman, postur berkendara dan prediksi bahaya dikuasai, siswa akan beresiko mengalami kecelakaan.

“Dari penyuluhan safety riding ini Siswa dapat mengerti dasar-dasar berkendara yang benar dan mempraktekan di lingkungan rumahnya dengan aman sehingga saat usia 17 tahun mereka sudah terampil berkendara, siap untuk ujian SIM dan yang utama mereka sudah mengerti dan tahu pentingnya keselamatan diri saat di jalan raya “ sahut Suko Edi instruktur Safety Riding Astra Motor HSO Semarang,

Sudah menjadi tanggung jawab kita bersama untuk mengenalkan safety riding sejak dini dan kegiatan sosialisasi ini akan jauh lebih efektif apabila didukung oleh semua pihak baik dari kepolisian, Orang tua dan terutama sekolah yang dalam hal ini sebagai tempat belajar dan mencari ilmu.Ayo Selamatkan anak bangsa karena merekalah tiang-tiang Negara dengan peduli keselamatan jalan raya.