Hingga November, 64 Warga Kaur Terserang DBD

Azwar

BINTUHAN, bengkuluekspress.com – Musim penghujan berpotensi meningkatkan jumlah kasus demam berdarah (DBD) diwilayah Kabupaten Kaur. Berdasarkan data Dinas Kesehatan (Dinkes) Kaur mencatat dari bulan Januari hingga November 2020 terdapat penambahan kasus DBD sebanyak 64. Meski belum ada kasus meninggal, namun masyarakat tetap diminta untuk meningkatkan kewaspadaan.

“Ya berdasarkan data laporan dari masing-masing Puskemas ada sekitar 64 warga Kaur yang terjangkit DBD dari Januari hingga akhir November,” kata Kepala Dinkes Kaur, Azwar SSos, saat ditemui di ruang kerjanya, Senin (23/11).

Dikatakannya, untuk kasus DBD di wilayah Kaur merata di 15 kecamatan. Akan tetapi yang paling banyak berada di Kecamatan Kaur Selatan dan Kecamatan Tetap. Berdasarkan data dari Dinkes, bulan Januari terdapat 14 orang, Februari 13 orang, Maret 13 orang, April 4 orang, Mei nihil, Juni 8 orang, Juli 3 orang, Agustus 4 orang, September 1 orang, Oktober 2 orang dan November 2 orang. Untuk meminimalkan dan menekan perkembangan kasus DBD, Azwar menyebut pihaknya telah membentuk kelompok kerja nasional (Pokjanal) DBD di setiap kecamatan untuk pemantau jentik dan elemen lainnya.

“Tugas mereka memantau pelaksanaan Pemberantasan Sarang Nyamuk (PSN) di setiap wilayah, apalagi musim hujan ini rawan terserang DBD,” ujarnya.

Ditambahkanya, selain itu pihaknya juga menerjunkan tim dengan mobil keliling untuk memberikan penyuluhan terkait gerakan PSN kepada masyarakat langsung. Juga setiap desa atau kelurahan untuk pelaksanaan PSN rutin melalui kerja bakti diwilayah. Juga pihaknya telah berbagai upaya seperti pengasapan tidak mampu menekan wabah DBD.

“Sekarang juga curah hujan tinggi, masyarakat terus menghimbau masyarakat untuk mengaktifkan kembali gerakan 3 M (menguras, mengubur dan membersihkan). Juga kalau ada warga terserang DBD kita langsung fogging,” tandasnya.(618)