Hindari Isu Pepole Power

Bupati Lebong Rosjonsyah SIP MSi

LEBONG, Bengkulu Ekspress – Pasca pelaksanaan Pemilihan Umum (Pemilu) yang digelar pada tanggal 17 April 2019 yang lalu, akhir-akhir ini di Provinsi Bengkulu termasuk di Kabupaten Lebong terus mencuat isu pergerakan people power.

Mencuatnya isu tersebut, Bupati Lebong, H Rosjonsyah SIP MSI melalui surat edarannya nomor : 800/66/KOMINFO-SP/V/Tahun 2019 tentang imbuan pasca Pemilu 2019 tertanggal 14 Mei 2019. Dimana di Kabupaten Lebong pelaksanaan Pemilu telah berjalan secara kondusif dan demokratis untuk itulah jangan terpancing dengan hal-hal yang bisa memperburuk suasana.

Kepala Dinas Komunikasi Informatika Statistik dan Persandian (Kadis Kominfo-SP) Kabupaten Lebong, Donni Swabuana ST MSI mengatakan, bahwa dalam surat edaran Bupati ada 3 imbauan yang diminta olehnya yaitu tidak terprovokasi dengan isu-isu yang tidak dapat dipertanggungjawabkan sumber dan kebenarannya.“Dengan lebih mengutamakan kepentingan daerah, bangsa dan negara,” jelasnya, kemarin (14/05)

Selain itu, Bupati juga mengimbau, agar masyarakat Lebong untuk mempercayakan proses tahapan Pemilu 2019 kepada penyelenggara Pemilu dalam hal ini Komisi Pemilihan Umum (KPU), Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu) dan masyarakat untuk bisa mengawalnya.”Serta dapat menunggu hasilnya secara bersama-sama dalam nilai-nilai demokrasi,” ucapnya.

Terakhir imbauan yang saat ini isunya terus bergulir yang tidak hanya disebar isunya di masyarakat di Provinsi Bengkulu, melainkan diseluruh penjuru Indonesia.Yaitu masalah adanya isu ajakan Peopele Power yang mengajak turun ke jalan dan mengajak untuk melakukan tindakan yang anarkis dan inkonsitusional.“Yang mana hal tersebut dapat merugikan daerah, bangsa dan negara,” ujarnya.

Dengan SE yang telah dibuat ini, Bupati sangat berharap, agar masyarakat Lebong bisa menghindari hal-hal yang dapat mengancam persatuan dan kesatuan bangsa Indonesia dengan tidak terpancing dengan isu-isu yang saat ini terus berkembang. “Mari kita satukan rasa persaudaraan dan lawan hal-hal yang dapat merusak persatuan seluruh masyarakat di Kabupaten Lebong,” ajak Donni.(614)