Hilang di Hutan, Ditemukan Selamat

Ary/BE
Kepulangan Mulyadi alias Jadit disambut haru pihak keluarga pada Selasa (26/5), Mulyadi sebelumnya sempat hilang atau tersesat selama lima hari di kawasan Hutan Lindung Bukit Daun.

CURUP, Bengkuluekspress.com – Mulyadi alias Jadit (49) warga Desa Air Bening yang dikabarkan hilang sejak Kamis (21/5) di kawasan Hutan Lindung Bukit Daun, akhirnya ditemukan. Korban ditemukan pada Senin (25/5) sore dalam kondisi selamat.

Mulyadi ditemukan di Daerah Bengkulu Utara yaitu dibagian hulu kawasan Air Terjun Kepala Siring. Korban ditemukan oleh 14 warga yang mencari korban sejak tanggal Minggu (24/5) atau setelah melaksanakan salat Idul Fitri.

Meskipun korban ditemukan pada Senin (25/5), namun korban bersam tim evakuasi baru tiba di rumahnya di Dusun I Desa Air Bening Kecamatan Bermani Ulu Raya pada Selasa (26/5) siang. Karena memang lokasi korban ditemukan membutuhkan waktu tempuh sehari semalam dengan menembus belantara Hutan Lindung Bukit Daun.

“Korban ditemukan pada Senin sore kemarin, namun baru sampai hari ini karena korban bersama tim evakuasi yang menemukan yaitu dari warga bermalam dulu dihutan,” sampai Komandan Tim SAR Gabungan dari Kantor SAR Bengkulu, Masrul didampingi Kapolsek Bermani Ulu Ipda Singgih Warsito SH.

Dijelaskan Masrul, korban ditemukan oleh tim pencarian dari warga setempat yang berjumlah 14 orang. 14 orang warga yang menemukan korban tersebut memang sudah melakukan pencarian sejak Hari Minggu atau setelah Salat Idul Fitri.

Saat ditemukan Senin sore korban tengah beristirahat dibawah pohon dan tengah mengkonsumsi beras sisa perbekalan yang ia bawa.

“Saat ditemukan korban tengah mengkonsumsi beras yang tinggal sisa satu genggam dan meminum air dari lumut-lumut yang ada dihutan,” sampainya.

Saat ditemukan, kondisi korban sudah mulai lemas serta linglung, karena saat ditemukan korban tidak mengenali 14 orang warga yang menemukannya tersebut, meskipun warga tersebut merupakan saudara dan warga satu desa. Namun setelah diberi makan dan minum oleh warga, kemudian kesadarannya berangsur membaik dan warga langsung mengevakuasi korban untuk dibawa bersama-sama ke desanya.

Sementara itu, untuk petunjuk warga sehingga berhasil menemukan korban adalah jejak kaki korban serta jejak anjing yang ia bawa, serta tumpahan beras yang diduga dari bekal korban. Berbekal petunjuk tersebut kemudian warga terus mengikuti jejak tersebut dan berhasil menemukan korban dengan selamat.

Dalam proses pencarian sendiri, menurut Masrul selain tim dari warga yang telah lebih dahulu melakukan pencarian, tim dari Basarnas yang dibantu sejumlah pihak terkait lainnya dibagi menjadi dua tim untuk melakukan pencarian.

Sementara itu, Budiman petugas dari BKSDA Bengkulu yang ikut melakukan pencarian terhadap korban mengungkapkan bahwa lokasi korban berpisah dengan enam rekannya tersebut berada dikawasan Danau Pandan yang ada di kawasan Hutan Lindung Bukit Daun.

Dari pengakuan korban kepada Budiman, awalnya ia berpisah karena dua ekor anjing miliknya ribut, karena anjingnya ribut tersebut tanpa sadar ia ditinggalkan oleh rombongan. Saat itu hari sudah mulai sore sehingga ia tak tahu jalan pulang dan terus melangkah sampai ke lokasi ia ditemukan.

“Dari lokasi ia terpisah dengan rekannya sampai ditemukan cukup jauh, kalau perjalanan normal bisa ditempuh dalam waktu satu hari satu malam,” paparnya.

Kemudian menurut Budiman, sebelumnya ada dua ekor anjing yang ia bawa, namun saat ditemukan hanya satu ekor saja, berdasarkan pengakuan korban kepadanya satu ekor lagi anjing miliknya dimakan oleh binatang buas.

Disisi lain, Kapolsek Bermani Ulu, Ipda Singgih Warsito SH menyampaikan terima kasih kepada semua pihak yang telah melakukan pencarian dan berhasil menemukan korban dalam keadaan selamat.

“Kita bersyukur untuk korban berhasil kita temukan dalam keadaan selamat,” sampai Kapolsek.

Dalam kesempatan tersebut, ia mengimbau kepada masyarakat khususnya yang melakukan kegiatan didalam hutan untuk selalu berkoordinasi dengan rekan-rekannya sehingga kasus hilang atau tersesatnya masyarakat tidak terulang kembali.

Sementara itu, berdasarkan pantauan Bengkulu Ekspress, kepulangan korban dengan selamat mendapat sambutan haru dari pihak keluarga, hal tersebut terlihat dari banyaknya keluarga dan warga yang mendatangi rumah korban. Para kerabat yang datang terlihat langsung memeluk haru korban.

Untuk diketahui, korban bersama enam orang rekannya yang merupakan warga Desa Air Dingin pada Rabu (25/5) lalu berangkat menuju Hutan Lindung Bukit Daun Untuk berburu rusa. Setelah sempat bermalam didalam hutan korban dan rekan-rekannya mendapat satu ekor rusa pada hari Kamis.

Setelah mendapat hewan buruan serta menyembelih dan membagi-baginya, korban dan rekan-rekannya berjalan pulang. Saat perjalanan pulang tersebut korban yang berjalan paling belakang terpisah dari rombongan.

Korban terpisah dari rombongan diketahui saat rekan-rekannya istirahat dan tidak melihat korban lagi, karena korban tak ada rekan-rekannya sempat menunggu hingga kembali bermalam dihutan namun hingga Jumat pagi korban tak kunjung muncul kemudian setelah dilakukan pencarian korban juga tak ditemukan hingga akhirnya rekan-rekan korban berinisiatif untuk pulang ke kampung dan memberitahu kepada warga lainnya. (251)