Hibah Rp 10 M Dijanjikan 2019

duit
Foto : IST

BENGKULU, Bengkulu Ekspress – Pemerintah Provinsi (Pemprov) Bengkulu berjanji akan memberikan bantuan dana hibah Rp 10 miliar ke Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Pemerintah Kota Bengkulu tahun 2019.Sebelumnya, pimpinan DPRD Provinsi Bengkulu berjanji akan memberikan bantuan tersebut tahun 2018 ini. Namun urung terealisasi.

Sekretaris Daerah (Sekda) Provinsi Bengkulu, Nopian Andusti SE MT mengatakan, pada pembahasan APBD 2019 akan dimasukkan dana hibah itu.  “Insya Allah, nanti kita lihat di pembahasan APBD 2019,” terang Nopian kepada Bengkulu Ekspress, kemarin (20/11).

Dijelaskannya, terlepas nanti dianggarkan atau tidak dalam APBD 2019, yang jelas pihaknya sudah mengusulkan. Sejauh ini masih dilakukan pembahasan di DPRD Provinsi. Sebab, pemprov tidak bisa secara sendiri menganggarkannya tanpa ada persetujuan dari DPRD Provinsi Bengkulu. “Kita bahas dulu dengan teman-teman dewan,” tuturnya.

Nopian menegaskan, bantuan itu seyogyanya direalisasikan tahun ini, namun batal karena terbentur dengan regulasi penghibahan. Mengingat regulasi itu baru diselesaikan tahun ini, maka Pemprov juga tidak bisa memaksakan tahun ini. Mengingat saat ini telah mendekati akhir tahun. “Regulasinya baru kita selesaikan tahun ini,” ungkap Nopian.

Menurutnya, hibah itu bukan lagi program baru, tapi sudah menjadi program lama. Untuk itu, pemprov tetap berkomitmen, sepanjang anggarannya mencukupi, hibah ke Pemkot tetap akan diberikan.”Sepanjang uangnya ada, kenapa tidak kita bantu. Itu juga demi masyarakat kita,” terangnya.

Sementara itu, Anggota Komisi IV DPRD Provinsi Bengkulu, Parial SH mengatakan, sebenarnya pemprov tidak perlu lagi ada keraguan untuk hibah anggaran itu. Sebab, untuk hibah fasilitas umum masyarakat itu juga telah dilakukan oleh provinsi lain. Bahkan anggaranya lebih besar dari Rp 10 miliar.



“Daerah lain itu bisa, kenapa harus ragu. Ini jelaskan kok, uang dari rakyat untuk rakyat. Jelas kita dewan yang sudah menganggarkan sebelumnya kecewa tidak direalisasikan ini,” ungkap Parial.

Apalagi saat ini, lanjut Parial, APBD provinsi banyak tidak terserap. Ini bukti bahwa, pejabat pemprov itu semua takut menggunakan anggaran. Padahal anggaran itu sudah diprogramkan masing-masing. Untuk itu, anggaran yang tidak terserap itu dipastikan akan menjadi silpa.”Ini memperbanyak silpa saja. Tahun lalu silpa kita sudah banyak. Tahun ini juga masih ada. Anggaran yang ada itu digunakan untuk kepenting masyarakat, buka disimpan,” paparnya.

Parial menegaskan, dewan tetap mendesak agar hibah ke pemkot dilakukan tahun ini. Karena percuma jika tahun depan dianggarakan lagi, namun nyatanya tetap tidak direalisasikan.  “Masih ada waktu, kenapa harus menunggu tahun depan lagi. Kalau tahun ini masih bisa dilakukan,” tandas Parial. (151)




    Leave a Reply

    Your email address will not be published.*