Hewan Kurban Diduga Dijadikan Sesajen

MUKOMUKO, BE – Pemotongan hewan kurban di Kabupaten Mukomuko tidak seluruhnya berjalan lancar. Seperti yang terjadi di  PT SJA yang berlokasi di Kecamatan Lubuk Pinang, Sabtu lalu (27/10), sempat terjadi polemik antara warga dan karyawan dengan pihak perusahaan, karena pihak perusahaan akan menjadi daging kurban itu untuk sesajen.

Berdasarkan informasi dihimpun BE, peristiwa itu terjadi ketika pihak perusahaan menyembelih 2 ekor hewan kurban. Namun diduga salah seorang pimpinan perusahaan berinisial HK meminta sebagian daging untuk dijadikan sesajen di salah satu ruangan perusahaan, karena di tempat itu pernah ada karyawan yang meninggal akibat kecelakaan kerja.

Sontak hal ini mengundang kemarahan warga Desa Lubuk Pinang yang berada di sekitar kawasan perusahaan, termasuk juga karyawan perusahaan yang beragama Islam. Selain itu, aktivitas di perusahaan juga sempat terhenti atas insiden itu. Selanjutnya digelar rapat internal yang diikuti puluhan karyawan dengan manajer perusahaan untuk menyelesaikan permasalahan tersebut.

Kades Lubuk Pinang, Abastari ketika dikonfirmasi mengatakan, kejadian itu diketahuinya karena ada laporan masyarakat dan Kepala Dusun Pasar Panjang, Katiman.

Dijelaskannya, manajer PT SJA itu menyuruh anak buahnya mengambil beberapa bagian dari hewan kurban itu, supaya ditelakkan di lokasi terjadinya kecelakaan kerja beberapa tahun lalu yang merenggut nyawa pekerja. “Dari informasi yang beredar. Katanya daging kurban itu dijadikan untuk sesajen,” terang Abastari.

Disampaikan Kades, dari rapat yang digelar di kantor pabrik itu, akhirnya manajer PT SJA itu minta maaf. Kendati demikian, warga desa setempat belum mengambil langkah-langkah lebih lanjut atau suatu sanksi kepada sang mananjer, karena harus melalui rapat internal lebih dahulu dengan melibatkan sejumlah pihak terkait.

Diakuinya, persoalan ini banyak warga yang tidak tahu kecuali yang bekerja di perusahaan itu. “Jika memang benar dipergunakan untuk sesajen, jelas kami sangat menyesalkan hal itu. Terlebih hewan itu merupakan hewan kurban yang dibagikan untuk masyarakat, ” tandasnya.

Ditempat terpisah, Manajer PT SPS, HK saat ditemui wartawan, kemarin (28/10), membantah keras jika hewan kurban di perusahaannya digunakan untuk sesajen.  Ia juga meminta agar informasi yang berkembang di masyarakat tidak dipublikasikan oleh media massa, karena dianggap sebagai persoalan internal perusahaan.

Termasuk mengenai pelaksanaan rapat yang dilakukan perusahaan membahas persoalan ini tidak dibenarkan karena merupakan urusan perusahaan.

“Informasi itu tidak benar, hewan kurban dilaksanakan berjalan lancar dan telah dibagikan kepada karyawan,” terang HK.(900)