Heru Supanji, Sopir Truk Tangki Pertamina yang Tak Kenal Lelah

Foto 3 IST/ BE – Meski hanya berprofesi sebagai sopir yang sering dianggap remeh oleh sebagian orang, namun Heru Supanji mampu menyekolahkan ketiga puteranya hingga salah satu putranya sudah menyelesaikan bangku perguruan tinggi.

23 Tahun Salurkan BBM ke Seluruh Wilayah Bengkulu, Sanggup Kuliahkan Anak Hingga Sarjana

DEMI menyalurkan kebutuhan bahan bakar minyak (BBM) di SPBU di wilayah Bengkulu, Heru Supanji (51), sopir truk tangki Pertamina menekuni pekerjaannya selama 23 tahun.

Ia mengatakan seorang sopir truk tangki pertamina merupakan salah satu profesi yang masih kerap dianggap remeh oleh kebanyakan orang.

Padahal, kata bapak tiga anak ini tanpa jasa mereka, kebutuhan masyarakat akan bahan bakar minyak tidak akan sampai di tempat tujuan tepat waktu.

“Bekerja sebagai sopir ini penampilan kucel apa adanya tekadang dianggap remeh masyarakat. Namun saat bekerja saya hanya berharap mendistribusikan BBM tepat waktu,” kata Heru kepada Bengkuluekspress.com, Rabu (28/10).

Foto 2 IST/ BE – Heru yang telah menekuni profesi sopir truk tangki Pertamina selama 23 tahun yang merupakan ujung tombak penyaluran BBM ke masyarakat.

Diceritakan Heru, meski hanya pegawai kontrak di PT. Elnusa Petrofin sebagai pihak yang mewadahi para sopir dan truk tangki dalam pendistribusian BBM Pertamina membuatnya selalu bersyukur. Sebagai sopir yang dikontrak pertahun itu, dirinya dituntut untuk menyalurkan BBM ke kabupaten/kota di Provinsi Bengkulu.

Tak hanya itu, terkadang dirinya juga mendapat giliran menghantarkan BBM untuk SPBU hingga ke pelosok kabupaten perbatasan Bengkulu – Sumatera Barat dan perbatasan Provinsi Bengkulu – Lampung. Dengan kerja keras yang harus dilakukannya itu, Heru diberi upah berkisar Rp 3.200.000 per bulannya.

Pria berambut ikal itu menceritakan dengan berprofesi sebagai sopir tanki, dirinya mampu menyekolahkan ketiga puteranya. Bahkan salah satu putranya sudah menyelesaikan bangku perguruan tinggi.

“Meski hanya sebagai sopir tidak menjadi hambatan untuk tidak menyekolahkan anakya hingga perguruan tinggi. Alhamdulillah anak petama saya telah selesai menyelesaikan kulaihnya di AMIKOM Yogyakarta dan saat ini dia sudah bekerja di salah satu perusahaan di Bengkulu,” tuturnya.

Selanjutnya sambung Heru anaknya yang kedua akan mengikuti jejak kakaknya pada tahun depan akan berada dibangku kuliahan. Dia saat ini sedang berada di kelas 3 bangku sekolah di SMK 1 Kota Bengkulu. Kemudian sibungsu saat ini sedang kelas 4 bangku Sekolah Dasar.

“Berharap kedua adiknya mampu mengikuti jejak kakaknya yang bisa mendapat gelas sarjana,” harapnya.

Bagi Heru pendidikan anak-anak jauh lebih penting. Sebab, dia menginginkan agar anak-anaknya tidak bernasib sama dengan dirinya.

Menjadi driver truk tangki Pertamina, kata Heru harus bekerja ekstra yang cukup menguras tenaga karena dari pagi ke pagi. Dalam satu hari, ia mampu mendistribusikan BBM ke SPBU minimal di tiga SPBU yang berbeda.

Terkadang kurang tidur karena dikejar waktu dan mesti dituntut untuk memiliki fisik yang prima agar tidak terlalu sering berhenti di jalan untuk beristirahat. Terlebih, sopir dengan muatan dengan tonase cukup besar umumnya memilih keberangkatan pada malam hari untuk menghindari kemacetan.

Dalam satu kali keberangkatannya Heru bisa mendistribusikan ke empat SPBU berbeda jika berada di dalam Kota Bengkulu. Tetapi, jika untuk pendistibusian ke luar Kota Bengkulu atau ke kabupaten maksimal hanya dua SPBU.

“Ya kalau muatan keberangkatan terkadang bawa tangki yang 8.000 liter, 16.000 liter bahkan 24.000 liter, tergantung kapasitas SPBU yang dituju,” ujarnya.

Warga Padang Serai Kota Bengkulu itu mengaku untuk menjadi profesi sebagai sopir harus sabar dan ikhlas. Karena kehidupan dijalanan sangat keras namun persaudaraan antar sopir sangat kuat sehingga jika menyangkut soal keamanan di jalanan solidaritas para sopir sangat tinggi.

Heru bersyukur selama menjadi supir truk tanki Pertamina, dirinya tidak pernah mengalami dipalak preman atapun harus membayar pungutan liar (Pungli) pada oknum tertentu.

Namun pria asli Semarang Jawa Tengah itu menceritakan pengalaman pahitnya saat membawa truk tanki dengan muatan BBM untuk masyarakat itu. Dimana pada malam hari mengalami pecah ban di tengah hutan hingga terjebak longsor.

“Terkadang dihantui kecemasan saat pecah ban, kerusakan atau terjebak longsor di tengah hutan. Apalagi ketika diperjalanan ditelepon istri yang mengabarkan bahwa anak di rumah sedang sakit, rasanya langsung ingin pulang ke rumah. Tetapi tidak mungkin meninggalkan mobil dengan muatan BBM untuk masyarakat ini,” tutur Heru sambil menyeruput kopi miliknya.

Ia mengakui saat mendengar kabar bahwa anaknya sakit, Ia merasa sedih dan ingin segera pulang ke rumah. Namun kondisi pula lah yang menghalangi niatannya itu. Semua itu dirinya lakukan, bekerja siang dan malam demi istri dan ketiga putranya.

Di mata Pimpinan, Heru Sosok Pekerja Keras

Head Operation pimpinan unit PT. Elnusa Petrofin Pulau Baai Joshua Simamorang mengatakan PT. Elnusa Petrofin Pulau Baai merupakan anak perusahaan dari PT. Elnusa tbk yakni anak perusahaan pertamina. Jadi PT. Elnusa Petrofin bisa dikatakn cucu dari perusahaan Pertamina.

PT. Elnusa Petrofin sendiri kata Joshua dipercayakan Pertamina sebagai pengelolah mobil tangki termasuk para sopir akan pendistribusian BBM untuk SPBU di wilayah Bengkulu.

Saat ini, lanjutnya sopir tangki yang ada di PT. Elnusa Petrofin sebanyak 80 orang. Mereka atau seluruh pekerja di PT. Elnusa Petrofin statusnya pegawai kontrak tahunan.

“Termasuk salah satunya Heru Supanji ini yang sudah puluhan tahun bekerja sebagai sopir untuk pendistibusian BBM di wilayah Bengkulu,” ujar Joshua.

Joshua mengatakan, Heru merupakan salah satu paling senior di PT. Elnusa Petrofin. Belaiu kata Joshua meskipun sudah berumur namun tidak pernah mengeluh untuk mendistibusikan BBM kebutuhan masyarakat Bengkulu. Dengan semangat yang tinggi dirinya menjadi tulang punggung keluarga.

“Berkat keuletannya dalam bekerja, bahkan ketiga putranya bersekolah dan salah satunya telah menjadi sarjana. Itu seharusnya dicontoh oleh pegawai yang lain untuk terus bersemangat dalam bekerja,” tegasnya.

Sementara itu, Region Manager Communication, Relations & CSR Sumbagsel, Dewi Sri Utami mengatakan para sopir truk tangki BBM Pertamina telah bekerja penuh dalam memasok kebutuhan energi untuk masyarakat. Bahkan ada yang larut malam mengirimkan BBM untuk menjamin ketersediaan BBM masyarakat khususnya di wilayah Bengkulu.

Dalam pendistribusian BBM, sambung Dewi para sopir selalu diberikan Standar Operasional Prosedur (SOP) yang telah ditetapkan oleh Pertamina. Seperti halnya kedisiplinan, zero accident serta pengiriman BBM yang tepat waktu.

“Keselamatan dan keamanan paling utama dalam operasional PT Pertamina seperti proses distribusi bahan bakar minyak,” pungkasnya.

Dewi menjelaskan, untuk kuota BBM khususnya BBM bersubsidi yakni premium sebanyak 68.374,057 Kilo Liter dan biosolar 99.149 Kilo Liter untuk kebutuhan masyarakat Bengkulu tahun 2020. Tetapi kalau BBM non subsidi tidak ada batsan kuotanya karena berapapun yang dibutuhkan masyarakat akan diberikan diberikan oleh Pertamina.(HBN)

    Leave a Reply

    Your email address will not be published.*