Helmi Tolak Undi Ulang Kios Pasar

RIO-SIDAK WALIKOTA KE PANORAMA RICUH-PEDAGANG PROTES PEMBAGIAN AUNING- (6)GADING CEMPAKA, BE – Walikota Bengkulu H Helmi Hasan SE, menolak melakukan pengundian ulang kios Pasar Percontohan Nasional (PPN) Panorama seperti yang diinginkan puluhan pedagang.  Namun pedagang yang belum mendapatkan kios, tetap akan diakomodir.
”Ketidakpuasan itu akan selalu ada.  Yang belum dapat, tidak puas, karena belum dapat tempat.

  Yang sudah dapat tempat, tidak puas karena terlalu kecil. Lalu bagaimana usaha pemerintah  agar mereka ini mendapat tempat?” kata Helmi dalam rapat bersama seluruh pejabat eselon II Pemkot, kemarin.  Rapat yang digelar usai Sidak ini berjalan alot dan panas.   “Pedagang  yang belum dapat akan tetap diakomodir,” katanya.

Menurut Helmi, dibutuhkan musyawarah sehingga tidak merasa ditinggalkan dan dikucilkan.   ”Solusinya  dapat dilakukan ketika kita berpikir dengan tenang dan berpikir  jernih,” tukasnya.

Sidak, Helmi Diserbu Pedagang
Sebelum rapat membahas masalah penempatan pedagang PPN Panorama ini, Walikota Helmi Hasan dan Wakil Walikota Patriana Sosialinda, menggelar Sidak ke PPN Panorama.

Kunjungan rombongan walikota ini langsung  diserbu ratusan pedagang, hingga menyebabkan  suasana menjadi  penuh sesak serta  berdesak-desakan.Hampir semua pedagang ingin menyampaikan aspirasinya, namun sempat dihalang-halangi oleh petugas pasar.

Aksi dorong dan saling tarik  antar pedagang tak terbendung.   Agar tidak menimbulkan  jatuh korban,  akhirnya pertemuan dilakukan di hall  PPN.  Di sini walikota mendengarkan dan meminta stafnya untuk mencatat apa yang menjadi keluhan pedagang.  Mulai dari  keluhan pedagang tidak mendapatkan kios, auning, adanya praktek dugaan jual beli kios,  hingga meminta pengundian yang dilakukan UPTD Pasar Panorama yang digawangi Hermansyah SSos, diundi ulang.

Pedagang juga menyampaikan, beredar SMS  tawar  menawar  antara Kepala UPTD dengan pedagang.   Kutipan  SMS tersebut yakni, “Aku nak dengar dulu brapo dana yg ngak aku kluarkan”.    Lalu dijawab kepala pasar “45” pak herman aku enak la terus trang aku ado dana cuman  35 kali pak herman, nak bantu aku nian,” begitulah kutipan SMS tersebut.

”Bagi pedagang yang memiliki uang, mungkin hal ini bisa dibeli dengan kisaran 40-45 juta.   Sedang pedagang seperti kami  yang  tidak memiliki duit  juga belum  mendapatkan kios  meskipun kami memiliki STBHM.   Untuk itu  kami menuntut hak  dan keadilan Pak Walikota,” pinta pedagang itu.

Pedagang lain, Yeti meminta  pengundian  ulang kios dan auning.  Dicontohkanya, meski dirinya  memiliki STBHM, namun tidak diundang dan  belum mendapatkan kios.

“Saya minta pengundian diulang karena tidak transparan.  Apalagi saya  ini, pada tahap I belum terakomodir.  Saat itu dijanjikan  akan diakomodir dalam   tahap II,  tahu-tahunya saya tidak dapat, saya minta untuk diundi ulang, karena  ada kelebihan 16 kios, dan kelebihan ini tidak diundi,  informasinya   dijual oknum petugas,  besaranya saya tidak tahu,” katanya.

Dalam Sidak kemarin, juga ada pemandangan yang berbeda pada pembangunan  auning baru, tepatnya di  auning pedagang Batam.  Hampir seluruh lantai telah dicorat coret dengan sejumlah nama.  “Corat-coret ini sengaja kami lakukan sebagai bentuk ketidak percayaan pedagang terhadap forum, ” ungkap Yeti.

Sementara Helmi Hasan, terkait dengan  isu jual beli kios dan auning, mengatakan, akan mengusut hal tersebut  dan meminta agar  pedagang bisa memberikan bukti SMS tersebut kepada dirinya, dan   oknum yang menerima uang tersebut disarankan untuk mengembalikanya  jika tidak, maka akan dilaporkan pada yudikatif, sehingga tidak akan  ketidaktransparanan.

Sementara itu, tindakan   Kepala UPTD yang berseberangan dengan Kadisperindag,  telah didudukkan  dalam musyawarah kemarin.   ”Saya akan memberikan sanksi kepada UPTD  sesuai dengan   aturan.  Kita akan berikan sanksi, tapi  jangan sampai menghukum orang di luar kesalahanya, ” tukasnya. (247)