Helmi Kembali, Pilwakot Sengit

Helmi HasanLima Pasang Daftar ke KPU

BENGKULU, Bengkulu Ekspress – Peta politik terus bergerak cepat dan dinamis, meski beberapa hari ini Helmi Hasan sudah dikabarkan menjadi bakal calon Wakil Gubernur di Provinsi Lampung, namun di hari terakhir masa pendaftaran Pilwakot, Helmi Hasan kembali lagi ke Kota Bengkulu untuk berpasangan dengan Dedy Wahyudi sebagai Calon Walikota dan Wakil Walikota Bengkulu 2018. Kembalinya Helmi ini menjadikan konstelasi Pilwakot tambah sengit.

Helmi Hasan secara singkat mengatakan berat meninggalkan Bengkulu meskipun dia tak dilahirkan di Kota Bengkulu. “Terlalu banyak air mata minta HH ke Bengkulu, maka dengan mohon ma’af belum bisa menemani Ridho di Lampung. walaupun ingin ke Lampung. Tapi, berat sangat meninggalkan Bengkulu walaupun saya tidak dilahirkan di Bengkulu tapi saya sangat cinta dengan Bengkulu,” katanya.

Dia mengatakan, doa masyarakat Bengkulu membuat keputusan berubah.

“Bengkulu tanah kelahiran ibu negara pertama kali. Ibu Fatmawati penjahit sang saka merah putih. juga telah melahirkan anak yang jadi presiden RI juga, tapi kota Bengkulu belum ada rumah sakit belum ada Bank. Jalan banyak hancur dan sempit, masyarakat masih belum dapat air bersih.

Kemiskinan/pengangguran nyata,” katanya.

Kemudian lanjut Helmi, “Alhamdulillah semenjak Allah SWT jadikan HH walikota semua itu Allah SWT rubah berkat do’a msy kota bengkulu. Dan masyarat kota Bengkul7u berdo’a kembali untuk saya memimpin kota Bengkulu untuk 5 tahun kedepan,” katanya.

Wakil ketua I DPW PAN Bengkulu Dempo Exler MSi, mengatakan akan segera mendaftarkan ke KPU.

“Kita sudah melakukan rapat konsolidasi baik internal PAN dan partai Gerindra. Untuk merancang
strategi pendaftaran ke KPU besok (hari ini),” ujarnya.

Sementara untuk sekretaris pemenangan yakni Asmawar Arfan yang merupakan Ketua DPC Gerindra Kota Bengkulu. “Insyallah masih ada rapat lanjutan yang pasti kita akan mendaftarkan pasangan Helmi-Dedy. Dan urusan teknis mengenai pemberangkatan dan jam pendaftaran belum kita putuskan. Tetapi yang pasti di hari terakhir itu kita akan datang untuk mendaftar,” ungkapnya.

Sementara itu, Ketua Tim pemenangan, Hj Mardiyanti SH menambahkan bahwa sejauh ini pihaknya masih tetap solid berkoalisi PAN dan Gerindra, namun bukan berarti pihaknya menutup diri jika nantinya ada Partai-Partai lain yang akan mendukung atau mengusungkan pasangan Helmi-Dedy.

Dijelaskannya, meski, nama Helmi sudah sempat diumumkan oleh Ketua Umum Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono (SBY), namun perubahan politik ini dikarenakan Surat Keputusan (SK) yang dikeluarkan oleh ketua Umum PAN, Zulkifli Hasan SE MM adalah mencalonkan Helmi pada Pilwakot Bengkulu. Sehingga, isu pasangan Ridho-Helmi dibatalkan.

” Rencananya kita akan mendaftar siang, tetapi kalau belum sempat kemungkinan malam, karena deadline waktu pendaftaran itukan sampai pukul 00.00WIB. Nanti kami membawa masa secukupnya, karena tidak ada deklarasi tetapi langsung ke KPU. Sedangkan untuk koalisi Partai kita sudah cukup yakni 9 kursi,” terang Mardiyanti.

Sementara itu, Ketua KPU Kota Bengkulu, Darlinsyah SPd MSi mengakui bahwa memang sudah ada konfirmasi dari tim bakal calon Helmi-Dedy, untuk datang mendaftar ke KPU hari ini. Hanya saja, konfirmasi tersebut belum disampaikan secara tertulis melainkan baru secara lisan, selain itu juga belum dipastikan jam berapa mereka akan mendaftar. “Termasuk pasangan ESD-Ahmad Zarkasih belum disampaikan secara tertulis. Tetapi informasi-informasi yang disampaikan oleh penghubungnya secara lisan sudah disampaikan. Maka besok (hari ini) akan ada 4 calon yang mendaftar sekaligus, termasuk calon perorangan David-Bakhsir dan Jahin-Khairunisyah,” ungkap Darlinsyah.

Independen Punya Peluang

Mayor David Suardi yang maju dalam pencalonan pemilihan walikota (Pilwakot) Bengkulu tahun 2018 lewat jalur perseorangan (independen) dijadwalkan akan mendaftarkan diri ke Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kota Bengkulu, hari ini, Rabu (10/1). “Besok (hari ini) mau daftar,” ujar David saat dikonfirmasi, Selasa (9/1).

Disinggung terkait syarat untuk mendaftar ke KPU, David mengatakan, sampai saat ini tim masih berjalan untuk melengkapi sejumlah persyaratan. Seperti mengurus berkas persyaratan ke Kejaksaan Negeri, Kantor Pajak dan Polres. Berkaitan dengan syarat pengumpulan Kartu Tanda Penduduk (KTP), David mengatakan masih berjalan. Karena untuk daftar di KPU sebagai pasangan calon tidak menggunakan KTP, tetapi saat perbaikan berkas tanggal 20 Januari nanti barulah menggunakan syarat KTP.

“Berkaitan dengan KTP sedang berjalan, kan masih tanggal 20 nanti. Jadi untuk hari ini kita fokus memenuhi syarat untuk pendaftaran pasangan calon ke KPU,” imbuh David.

Disinggung strategi calon independen untuk memenangkan Pilwakot 2018, David mengatakan, pada intinya dia dan pasangannya Bakhsir akan turun ke bawah. Mereka akan bermain dengan rakyat, melobi hati rakyat. Karena modal terbesar pasangan independen adalah masyarakat langsung. Jika masyarakat mengenal baik pasangan independen, bukan tidak mungkin calon independen bisa mendominasi saat Pilwakot dari pada pasangan incumbent. “Kita akan turun ke bawah, kita bermain dan melobi hari rakyat saja,” pungkas David.

Sementara itu pengawat politik Azhar Marwan turut berkomentar terkait peluang pasangan independen yang akan bertarung dalam Pilwakot Bengkulu 2018. Ia mengtakan, pasangan independen punya peluang menang atau bersaing kuat dengan pasangan incumben. Salah satu modal kuat pasangan independen adalah 10 persen suara sebagai syarat mereka mencalonkan diri maju Pilwakot. Dengan syarat 10 persen suara atau sekitar 23.000 pemilih tersebut memang benar benar mendukung mereka.

“Pasangan independen logikanya sudah mengenggam 10 persen suara, berbeda dengan pasangan incumben disung parpol yang baru punya kursi belum tahu berapa persen suaranya,” jelas Azhar.

Masih dikatakan Azhar, tetapi pada kenyataannya, pasangan independen yang bertarung pada pilkada sebelumnya hanya memperoleh setengah dari 10 persen suara tersebut. Artinya jumlah suara saat pemilihan berkurang dari total suara dukungan. Itu dikarenakan dukungan yang tidak real dari masyarakat. Untuk itu jangan hanya mengajukan foto copy KTP saja, tetapi harus menyertakan tanda tangan si pemilik KTP untuk mengetahui pasangan independen tersebut memang benar-benar dikenal masyarakat, didukung, diinginkan dan dipilih masyarakat. “Jadi pada intinya pasangan independen itu memang orang yang sudah populer serta mengakar ditengah masyarakat, mempunyai basis dukungan luas ditengah masyarakat. JIka tidak seperti itu, pasangan independen susah bersaing dengan pasangan incumben, atau bahkan peluang lolos administrasi saja kecil,” pungkas Azhar.(167/805)