HELMI-HIJAZI BAHAS PILGUB

IST/BE
BERTEMU: Helmi Hasan dan Ahmad Hijazi saat melakukan pertemuan di Jakarta, membahas perpasangan dalam Pilgub Bengkulu, Jumat (19/6)

Dempo: Peluang Berpasangan Masih Terbuka Lebar

BENGKULU, Bengkuluekspress.com – H Ahmad Hijazi SH MSi secara diam-diam melakukan pertemuan bersama H Helmi Hasan SE di Jakarta. Pertemuan dua tokoh sekaligus kepala daerah ini membahas persiapan mengikuti Pemilihaan Gubernur (Pilgub) Bengkulu 9 Desember mendatang.

Hal ini dibenarkan Wakil Ketua DPW PAN Provinsi Bengkulu, Dempo Xler, dia mengatakan pembahasan soal Pilgub memang intens yang dilakukan oleh Walikota Bengkulu dan Bupati Rejang Lebong tersebut. “Betul, diskusinya mengarah kepada Pilgub. Soal perpasangan, tentu ada peluang berpasangan,” ujar Dempo kepada BE, kemarin (19/6).

Dia mengatakan, final atau tidak berpasangan itu nantinya akan ditentukan dalam partai koalisi. Mengingat nama Ahmad Hijazi juga salah satu nama yang diusulkan tokoh masyrakat untuk berpasangan dengan Helmi Hasan di Pilgub mendatang. “Berpasangan itu tergantung dengan parpol koalisi,” tambahnya.

Menurutnya, Ahmad Hijazi merupakan tokoh yang sangat layak untuk mendampingi Helmi Hasan sebagai Balon Wakil Gubernur. Sebab, Ahmad Hijazi sendiri merupakan Bupati Rejang Lebong dua periode, dari suku rejang. Ahmad Hijazi sendiri merupakan tokoh politisi senior di Partai Golkar.

“Semua itu layak untuk mendampingi Bang Helmi. Tergantung nanti dari parpol koalisi. Karena dari rencana parpol koalisi itu ada yang mengusulkan nama dan ada yang tidak. Yang mengusulkan nama juga tidak ngotot, wakilnya dari parpol tersebut,” beber Dempo.

Karena menurut Dempo, selain kesepakatan parpol koalisi, diambilnya balon wagub mendampingi Helmi Hasan itu juga tergantung kepada hasil survei. Baik survei yang dilakukan dari internal parpol maupun survei independen.

“Jadi indikatornya survey juga,” tegas Dempo.

Namun terpenting dalam pertemuan itu, ditegaskan Dempo dua tokoh tersebut saling menguatkan dan saling menghormati. Tidak hanya itu, dua tokoh itu juga saling belajar dalam program untuk kemajuan Provinsi Bengkulu.

“Kedua tokoh ini bersepakat adanya new leadher di Provinsi Bengkulu untuk menuju masyarakat Bengkulu yang bahagia. Kalau kata Bang Helmi itu, politik ini bukan caci maki dan juga permusuhan. Tapi politik ini adalah kompetisi gagasan, ide dan kompetisi amal jariyah,” ujarnya.

Untuk kepastian parpol koalisi yang akan mengusung Helmi Hasan, Dempo yang bertugas melobi parpol di pusat itu menegaskan, sudah ada empat parpol yang telah mendapatkan rekomendasi. Namun demikian, empat parpol ini masih dirahasiakan nama-nama. Hal itu atas permintaan dari DPP masing-masing parpol. “Sudah ada empat parpol yang fix. Tapi kita belum boleh mengumumkannya,” ujarnya.

Disisi lain, Bupati Ahmad Hijazi saat dikonfirmasi terkait pertemuan dengan Ketua DPW PAN Provinsi Bengkulu itu belum mau komentar. Sedangkan menurut Ketua Tim Pemenangan Ahmad Hijazi, Hamdansyah, untuk berpasangan menjadi wakil gubernur baik itu dengan Helmi Hasan, Rohidin Mersyah maupun Agusrin M Najamudin, kemungkinan besar tidak akan dilakukan. Sebab, Ahmad Hijazi dinilai merupakan politisi senior yang lebih layak menjadi balon gubernur, bukan menjadi balon wakil gubernur.

“Kemungkinan besar tidak dilaksanakan,” terang Hamdansyah.

Jika tidak menjadi balon gubernur, maka kemungkinan besar, Ahmad Hijazi akan berhenti berupaya maju dalam Pilgub 19 Desember mendatang. Termasuk berhenti melakukan lobi-lobi politik, untuk mendapatkan parpol koalisi.

“Harus maju, kalau tidak maju, ya mundur tiarap. Orang politik ini tidak diharamkan untuk tiarap,” ungkapnya.

Ketika maju dalam Pilgub, maka Ahmad Hijazi akan tetap menggandeng Anarulita Muchtar sebagai balon wagub. Harapannya, Anarulita Muchtar bisa mendapatkan rekomendasi dari Partai Nasdem. Mengingat Anarulita Muchtar merupakan pengurus dari Partai Nasdem.

“Kalau tidak ada halang melintang, masih tetap berpasangan dengan ibu Anarulita Muchtar. Untuk sementara ini, tidak tau nanti kalau ada perubahaan yang sangat perinsip,” beber Hamdansyah.

Hamdansyah menegaskan, untuk parpol koalisi, sampai saat ini masih terus dijajaki. Lobi-lobi ke pusat juga masih dilakukan. Sebab, Ahmad Hijazi sendiri telah mendaftar ke hampir semua parpol pada masa penjaringan balon gubernur. Hanya saja, yang besar mendapatkan rekomendasi itu, belum bisa diketahui sampai saat ini.

“Soal parpol mana saja, itu semua dari pak Hijazi. Beliau lah yang berhak sampaikan,” tutupnya. (151)

    Leave a Reply

    Your email address will not be published.*