Helmi dan Kanedi Gerak Cepat Galang Koalisi

RATU SAMBAN, BE – Genderang perang Pilwakot putaran dua memang belum ditabuh. Namun dua pasangan kandidat yang akan menjalani laga final; Helmi Hasan-Patriana Sosia Linda dan Ahmad Kanedi-Dani Hamdani sudah mulai beraksi. Salah satunya menjalin komunikasi dan menggalang koalisi dengan sejumlah pasangan kandidat gugur di putaran pertama maupun partai pengusungnya.
Ke mana limpahan suara 9 pasangan kandidat ini menjadi sangat menentukan siapa yang memenangkan pertarungan. Data akhir tim Litbang Bengkulu Ekspress menunjukkan ke-9 pasangan kandidat kandas di putaran pertama mampu membukukan 76.246 suara. Pasangan Leni-Sudoto dan Basri-Hutapia perolehan suaranya sangat signifikan masing-masing 28.087 suara dan 18.085 suara.
Ahmad Kanedi ketika ditemui wartawan di Balai Kota Bengkulu mengakui telah melakukan pendekatan dan komunikasi tersebut. Pria yang akrab disapa Bang Ken ini telah berkomunikasi dengan Hakman Novi, Firdaus Rosyid dan kandidat lainnya. Diantaranya ada yang ditemui langsung dan melalui telepon. Komunikasi ini, kata dia, menjadi upaya merajut kebersamaan di Kota Bengkulu. “Saya sudah bertemu kandidat dan juga orangtuanya, ” paparnya.
Bahkan para orangtua  yang selama ini berpihak ke kandidat lain kini mulai memberikan dukungan. “Ada komunitas  yang wait and see karena mereka gamang banyak kandidat. Sekarang sudah  mendukung dan semangat untuk merajut kebersamaan di Kota Bengkulu,” tutur Bang Ken sembari menegaskan hasil yang berkembang saat ini masih sementara. Hasil resmi masih menunggu  pleno KPU Kota Bengkulu.
Calon petahana ini pun persiapan menghadapi putaran kedua dirinya juga menjaga fisik dan kesehatan. Sosialisasi akan semakin intensif mulai dari relawan, komunitas dan masyarakat yang tuakan.
“Saya akui putaran kedua nanti akan lebih ketat. Tapi saya tidak terlalu ngotot untuk berhasil. Bang Ken selalu optimis dan tidak kecewa dengan apapun hasilnya,” ucapnya mengutarakan rencana akan menemui mantan Ketua PP Muhammadiyah Amien Rais dan Ketum DPP PAN Hatta Rajasa.

Ingin Seperti Jokowi
Helmi Hasan juga akan merangkul 9 kandidat lainnya yang tidak lolos putaran dua. Namun Helmi yang kini menempati posisi teratas menyebut koalisi yang akan dibangunnya koalisi kerakyatan. “Ini untuk mewujudkan perubahan yang lebih baik,” kata Ketua DPW PAN Provinsi ini.
Ia menegaskan, semua calon yang telah ikut berkompetisi dalam Pilwakot memiliki niat baik untuk membangun Kota Bengkulu. Meski tidak bisa masuk putaran II, mereka tetap bisa bersama-sama membangun Kota bengkulu.
Tadi malam, Helmi juga telah mengunjungi Firdaus Rosid dan Hakman Novi. Selain ingin meminta dukungan, pertemuan itu sebagai langkah bagi Helmi untuk meningkatkan tali silahturahim. “Saya menemui beliau (Hakman dan Firdaus) untuk menjalin silahturahim kembali. Meski beliau, tidak masuk putaran dua, bukan berarti tidak bisa memberikan sumbangsih pembangunan untuk Kota Bengkulu. Sebab itu, saya Helmi Hasan dengan kerendahan hati mengajak 9 kandidat lainnya untuk bersama-sama dengan kami, mewujudkan perubahan di Kota Bengkulu agar lebih baik,” katanya.
Ditambahkannya, niatnya menjadi walikota adalah ingin berprestasi. Sebab usianya masih muda memiliki jenjang karir yang masih panjang. “Karena itu, saya ingin seperti Jokowi, memiliki segudang prestasi. saya tidak akan memimpin di Kota Bengkulu ini tanpa prestasi,” katanya.
Menurutnya, perubahan di Kota Bengkulu akan terwujud selangkah lagi, dengan dukungan rakyat Kota Bengkulu. Meski telah dinyatakan unggul sementara, masyarakat pro perubahan tidak boleh lengah, karena masih ada sekitar 25 persen yang tidak menginginkan perubahan. “Perjuangan ini semakin kuat, tidak lain karena ridho Allah SWT dan doa masyarakat misin yang merindukan sekolah dengan biaya murah, masyarakat miskin yang merindukan pekerjaan, pedagang yang membutuhkan kenyamanan mencari nafkah,” katanya.
Ia sangat yakin, pada putaran ke II ini akan mendapatkan dukungan masyarakat lebih besar lagi. Sehingga perubahan di Kota Bengkulu akan terwujud dalam waktu cepat. “Insya Allah SWT, dengan ridho Allah SWT perubahan yang diinginkan masyarakat itu akan terwujud. Kota Bengkulu harus bisa mengejar ketertinggalan dengan kota-kota di daerah lain,” katanya.

Belum Bersikap
Kubu pasangan Basri Muhammad-Hutapia Wazir mengungkapkan belum bersikap limpahan dukungan putaran kedua. Bukan tidak mungkin pasangan ini akan mengambil posisi netral.
“Kita masih belum menentukan dukungan politik. Bisa saja netral. Tidak memberikan dukungan kepada kandidat manapun. Silahkan masyarakat yang menentukan,” ungkap Ketua tim pemenangan Bahu, Ince Muhammad Salman.

Carataker Netral
Kursi walikota dipastikan akan diisi caretaker di putaran kedua mendatang. Pasalnya, masa jabatan Ahmad Kanedi-Edison Simbolon akan habis 17 November 2012. Sementara paling cepat pencoblosan putaran kedua dilakukan 21 November. “Kalau Pilwakot putaran dua sudah pasti ada carataker yang ditunjuk gubernur. Tidak boleh pemerintahan dalam kondisi lowong,” kata Sekprov Drs H Asnawi A Lamat MSi, kemarin.
Meski demikian, ia tidak bersedia membicarakan caretaker, karena masih menunggu beberapa hari lagi.  “Nanti kalau memang sudah waktunya, ya akan ditentukan. Tetapi terlalu dini membicarakan caretaker,” katanya.
Ketua Fraksi PAN DPRD Provinsi Heri Susanto SPd mengatakan dalam menentukan carataker,  Plt Gubernur H Junaidi Hamsyah harus memilih orang netral. “Dalam artian tidak condong memihak kepada salah satu kandidat, sehingga mobilisasi PNS untuk memenangkan kandidat tertentu tidak terjadi lagi,” katanya.
Hingga saat ini, caretaker belum ditentukan, tetapi kabar yang berkembang ada beberapa alternatif pejabat yang akan menjadi carataker antara lain Asisten I Setda Pemprov Drs H Sumardi MM, dan Drs H Zainal Abidin. Asisten I Setda pemprov Drs H Sumardi MM tidak mau berkomentar banyak mengenai penunjukan carataker. “Itu kewenangan Plt Gubernur,” kata singkat.

51 Surat Suara Dibakar

Sebanyak 51 surat suara di TPS 3 Kelurahan Kebun Tebeng Kecamatan Ratu Agung, dibakar Ketua Kelompok Penitia Pemungutan Suara (KPPS). Surat suara tersebut sisa yang tidak diguanakan untuk pencoblosan di  TPS 3 Kebun Tebeng.
Panwas Kada Kecamatan (Panwasdacam) Ratu Agung bersama PPL (Panwas Pemilu Lapangan) Kelurahan Kebun Tebeng telah turun langsung kelokasi, meminta keterangan Ketua KPPS dan mengambil barang bukti yang disertai dokumentasi. “Berdasarkan bukti rekaman wawancara dengan Ketua TPS 3 Kebun Tebeng (Wartim) alasan dibakarnya 51 surat suara tersebut, karena takut dituduh cuarang dengan kelebihan surat suara yang didistribusikan,” kata Ketua Panwascam Ratu Agung, M. Subhan.
Menurutnya, pembakaran tersebut telah meminta persetujuan 10 saksi kandidat, karena 1 pasangan kandidat tidak memiliki saksi, untuk membakar kelebihan surat suara tersebut. Tetapi, sepuluh saksi menyetujui pembakaran kertas surat suara itu.  “Sehingga  51 surat suara yang berlebih itu dibakar. Seharusnya, KPPS berkoordinasi dulu dengan PPS, PPL dan Polisi yang menjaga TPS,” katanya.
Di sisi lain Wartim selaku Ketua KPPS saat dikonfirmasi Panwascam justru menyalahkan KPU karena mendistribusikan surat suara berlebih dari jumlah mata pilih di TPS nya. “Mereka  tetap kukuh bahwa tidak bersalah karena mendapat persetujuan dari para saksi kandidat yang berada di TPS nya,” katanya.
Panwascam Ratu Agung telah memiliki bukti berupa abu surat suara yang dibakar, foto lokasi pembakaran dan bukti rekaman keterangan Wartim. kejadian tersebut, akan dilaporkan ke Panwaslu Kota
“Bentuk sanksinya saya tidak tahu. Yang jelas, perbuatan tersebut melanggar kode etik,” tandasnya.
Wartim yang juga Ketua RT 4 RW 1 Kebun Tebeng, saat akan dikonfirmasi tidak berada di tempat. Keterangan dari salah satu keluarganya, ia sedang sakit.  “Maaf, bapak sedang sakit. Barusan saja beliau minum obat. Maaf ya, bukan tidak mau memberikan keterangan. Tapi kondisinya kurang tepat,” ujar anak Wartim.
Sementara itu, Ketua PPK Panitia Pemilihan Kecamatan (PPK) Ratu Agung, Halimin membenarkan kejadian tersebut, bahkan sudah melakukan kroscek ke lokasi kejadian bersama dengan Kapolsek Ratu Agung. “Perbuatan membakar surat suara yang merupakan aset Negara adalah pelanggaran pidana. Pelaku bisa daikenakan  4 tahun penjara, karena merusak barang bukti yang merupakan aset Negara,” kata Halimin
Ketua Divisi Logistik dan Keuangan KPU Kota Bengkulu, Juniarti Boerman Syah SAg MHum mengatakan, permasalahan tersebut merupakan ranah Panwas Kota untuk menyelidiki. “Yang jelas, kelebihan surat suara tidak boleh dibakar. Seharusnya dibuatkan berita acara karena akan dikembalikan ke Negara. Yang pernah KPU bakar merupakan surat suara yang rusak dan telah berkoordinasi dengan berbagai pihak seperti Panwas Kota dan Polres serta memiliki berita acara. Kita tunggu saja hasil proses yang dilakukan pihak Panwas,” ungkapnya.
Sementara  itu Kapolres Bengkulu, AKBP H Joko Suprayitno SST MK, melalui Kapolsek Ratu Agung, AKP Istiqlal MZ, mengungkapkan keterangan polisi yang berjaga, berbeda dengan keterangan oknum KPPS yang juga menjabat sebagai Ketua RT 4 Kebun Tebeng. “Saat kunci kotak suara dibuka dan dirasa aman, maka anggota kami meninggalkan TPS 03 untuk mengecek ke TPS lain. Namun setelah anggota kembali, kertas suara sudah terbakar,” ungkapnya.

3 Kecamatan Tuntas
Tadi malam PPK 3 kecamatan menyerahkan sejumlah kotak suara dan logistik Pilwakot lainnya ke KPU Kota Bengkulu. PPS di Kecamatan Sungai Serut, Kampung Melayu dan Selebar telah menuntaskan perhitungan rekapitulasi suara.
PPK Sungai Serut menyerahkan 54 kotak suara terbagi 45 kotak suara di TPS, 7 kotak suara PPS dan 2 kotak suara PPK. Sedangkan Kecamatan Kampung Melayu  menyerahkan 62 kotak suara dengan rincian kotak suara TPS 54 unit, PPS 6 unit, PPK 2 unit. Sementara  Kecamatan Selebar menyerahkan 91 kotak suara terbagi kotak suara TPS 83 unit, PPS 6 unit, PPK 2 unit. Kesemua kotak suara yang berisi surat suara itu disimpan di ruangan aula. Kecuali kotak suara yang berisi rekapitulasi surat suara disimpan ruangan Ketua KPU Kota Bengkulu.
Perhitungan kotak suara dari 3 kecamatan itu baru akan dihitung pagi ini. Sehingga hasilnya baru sebatas tingkat PPS.(160/333/247/100)