Helmi Bertarung di Lampung, Ucapkan Selamat Tinggal Kota Bengkulu

HELMI HASAN SE Walikota Bengkulu
HELMI HASAN SE Walikota Bengkulu

“Selamat tinggal Kota Bengkulu… Maafkan saya untuk segala kekurangan dan kesalahan selama memimpin selama 5 tahun ini, semoga Allah SWT memberikan pemimpin yang lebih baik lagi..”

BENGKULU, Bengkulu Ekspress – Setelah sekian lama menjadi teka-teki publik, akhirnya Helmi Hasan memutuskan untuk maju dalam Pemilihan Gubernur (Pilgub) Provinsi Lampung periode 2018-2023. Helmi Hasan mendampingi Ridho Ficardo sebagai Calon Wakil Gubernur. Pasangan ini akan diusung koalisi Partai Demokrat, PAN, PPP dan Gerindra.

Helmi Hasan mengakui hal tersebut, dan ia juga akan berpamitan kepada masyarakat Kota Bengkulu pada saat melepas jabatannya sebagai Walikota pada tanggal 21 Januari mendatang. Bahkan, melalui aplikasi whatshapp, Helmi sudah mengucapkan perpisahaan untuk Kota Bengkulu. “Selamat tinggal Kota Bengkulu… Maafkan saya untuk segala kekurangan dan kesalahan selama memimpin selama 5 tahun ini, semoga Allah SWT memberikan pemimpin yang lebih baik lagi..” tulis Helmi.

Tak hanya itu, Helmi juga berharap keputusan tersebut merupakan yang terbaik untuk masyarakat Kota Bengkulu dan Lampung. “InsyaAllah itu yang terbaik bagi semua, baik bagi Lampung maupun bagi Kota Bengkulu. Biar Kota Bengkulu mendapatkan kepemimpinan yang lebih baik, biar Kota Bengkulu lebih maju damai dan sejahtera,” tulis Helmi.

Helmi juga menyampaikan pesan nasehat dengan mengutip kata-kata Saidina Umar Al Khattab, dengan bergambar ustad Abdul Somad, “Jikalau kita letih karena kebaikan, maka sesungguhnya keletihan itu akan hilang dan kebaikan akan kekal. Namun jikalau kita bersenang-senang dengan dosa, maka sesungguhnya kesenangan itu akan hilang dan dosa itu akan kekal”.

Adik kandung Ketua Umum DPP PAN Zulkifli Hasan itu mengatakan, bahwa dia hanya mengikuti takdir Allah SWT. Ini juga disampaikan berulang-ulang Helmi Hasan selama ini.”kita ikut rencana dan takdir Allah karea itu yang pasti terbaik,” katanya.

Perubahan Peta Politik
Sebelumnya nama Helmi sempat muncul sebagai bakal Cawagub berpasangan dengan Mustafa, pada bulan November 2017 lalu. Saat itu Partai Hanura sudah mengumumkan ke publik. Namun, hal tersebut kemudian menjadi buyar, karena saat itu DPW PAN Lampung telah memberikan dukungan kepada Arinal.

Namun, sekitar pertengan Desember 2017 lalu, Arinal Djunaidi mendeklarasikan pasangan dengan Chusnunia Chalim, bersama Partai Kebangkitan Bangsa (PKB). PAN menilai, Arinal yang sudah didukung PAN, tidak gentelmen dalam menentukan sosok pendamping. Akihirnya PAN Lampung melakukan koreksi terhadap rekomendasi yang pernah diberikan kepada mantan Sekda Lampung itu.

Hingga akhirnya dukungan PAN beralih ke incumben Ridho Ficardo, kemudian Helmi Hasan sebagai Cawagub. Tawaran Gubernur Lampung, Ridho Ficardo yang mengajak Helmi untuk berpasangan digencarkan sudah cukup lama, ditambah lagi ajakan tersebut semakin menguat karena Ketua Umum Demokrat, Susilo Bambang

Yudhoyono dan Ketua Umum PPP Ir H M Romahurmuziy sudah menghubungi Ketua Umum PAN, Zulkifli Hasan untuk berkoalisi sekaligus meminta agar Helmi dicalonkan di Lampung.

Ketua Umum DPP Partai Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono (SBY), Minggu (7/1) sore mengumumkan Ridho Ficardo-Helmi Hasan SE sebagai pasangan Calon gubernur dan calon wakil gubernur (Cawagub) Lampung, yang diusung Partai Demokrat, berkoalisi dengan PAN, Gerindra, Demokrat dan PPP.

SBY mengatakan keputusan menentukan Cagub dan Cawagub merupakan hasil rapat Majelis Tinggi Partai.

“Setiap nama yang masuk digodok penuh pertimbangan,” ujar SBY.

Deklarasi pasangan Ridho-Helmi itu dipastikan hari Senin tanggal 8 Januari ini.

Pengumuman Konvensi Ditunda
Disisi lain, meski pengundian hadiah melalui kupon konvensi rakyat sudah selesai, rupanya hasil pasangan bakal calon Walikota dan Wakil Walikota belum diputuskan secara resmi alias ditunda.

Dijelaskan Bendahara DPD PAN kota, Indra Sukma bahwa sesuai dengan harapan PAN, Helmi Hasan berhasil menang dalam konvensi rakyat yang diusung masyarakat sebagai calon Walikota. Hanya saja, Helmi saat ini sedang berada di Jakarta terkait pencalonan di Pilgub Lampung, sehingga pihaknya akan melakukan rapat internal terlebih dahulu.

” Pengumuman hasil konvensi ini terpaksa diundur. Karena tidak mungkin kita umumkan Helmi Hasan, sementara beliau siap dan lebih memilih Lampung, untuk itu kita tunda dulu,” kata Indra Sukma, kemarin.
Pihaknya mengaku masih membutuhkan waktu hingga 2 hari kedepan, jika nantinya telah mendapatkan keputusan maka akan diumumkan di Sekretariat DPD PAN kota. Jika dilihat secara teknis, otomatis yang naik menjadi Walikota adalah Mardiyanti karena menempati urutan kedua dibawah Helmi dari hasil Konvensi Rakyat tersebut, sementara itu untuk posisi wakil juga secara otomatis ditempati oleh Dedy Wahyudi. “Nanti kita minta Mardiyanti yang nomor 1, namun untuk wakilnya nanti kita serahkan kepada Mardiyanti yang memiliki kewenangan untuk menetapkan siapa wakil yang dia inginkan itu,” pungkas Ucok sapaan akrabnya.(805)