Heboh, Pasien Covid-19 Dimakamkan Secara Umum

APRIZAL/BE
Pemulangan jenazah pasien positif Covid 19 yang sempat heboh

ARGA MAKMUR, BE – Baru beberapa hari menyatakan kasus Covid 19 Kabupaten Bengkulu Utara (BU) nihil postif Covid 19, setelah kasus nomor 21 dinyatakan sembuh. Pada Kamis (15/10), Tim Satgas Penanganan Covid 19 Kabupaten Bengkulu Utara (BU), kembali merilis perkembangan kasus positif Covid 19. Pertanggal 15 Oktober kembali adanya kasus nomor 22 pasien postif Covid 19 dan dinyatakan meninggal dunia. Pemulangan jenazah covid-19 inipun sempat heboh. Ambulance pembawa jenazah sempat ditahan warga. Bahkan pemekaman pasien itu dilakukan secara umum, karena ada miss komunikasi antara tim rumah sakit dengan tim satgas Covid-19 BU.

Juru Bicara Tim Satgas Covid 19 Kabupaten BU Syamsul Maarief SKM MKes pada BE menuturkan, “Ya, pasien tersebut merupakan warga Desa Tebing Kaning Kecamatan Arma Jaya berjenis kelamin laki-laki berumur (30) bernisial TA.”

Arief menambahkan, riwayat pasien 22 ini sebelumnya memang mengalami sakit Diabetes Menitus dan mengarah gagal ginjal. Pada Kamis (8/10) dirawat di rumah sakit di wilayah Kecamatan Arga Makmur, karena kondisi semakin memburuk pasien dirujuk ke RSUD M Yunus Bengkulu pada Selasa (13/10). Kemudian, Kamis (15/10) pasien dinayatakan meninggal dunia.

“Jenazah pun telah dimakamkan. Dan tindak lanjut dari Tim Satgas Covid Kabupaten BU akan melakukan Tarcking kepada pihak keluarga dan masyarakat setemoat demi mencegah penyebaran Covid 19,” ungkapnya.

Namun ketika disinggung bahwa sebelumnya warga desa Tebing Kening sempat heboh. Karena warga mendadak menahan salah satu kendaraan ambulance jenazah milik RSUD M Yunus Bengkulu yang mengantar jenazah. Tidak disertai dengan petugas yang sudah dilengkapi dengan alat pelindung diri (APD). Alhasil, masyarakat pun melakukan aksi nekat memakamkan pasien tersebut secara pemakaman umum tanpa mengindahkan prosedur covid 19. Arief pun menjelaskan hal itu miss komunikasi antara petugas RSUD M Yunus dengan Tim Satgas Covid 19 Kabupaten BU.

Pasien ini pada awalnya didiagnosa Profable kesehatan, namun ketika diswab terakhir menggunakan TCM dinyatakan positif Covid 19. Kemudian, Satgas Covid-19 juga sempat mempertanyakan soal pelayanan M Yunus terhadap pasien ini. Petugas RSUD M Yunus pun menjelaskan kepada keluarga untuk penanganan jenazah ini pihak RSUD M Yunus hanya menyanggupi pemulanganan jenazahnya saja. Sementara, penanganan pemakaman itu ditangani Satgas Kabupaten BU. Celakanya, tim RSUD M Yunus mengakui terlambat menghubungi atau berkoordinasi dengan Satgas Kabupaten Bengkulu Utara. Hingga terjadilah peristiwa heboh itu.

“Untuk hal ini karena adanya miss komunikasi, namun hal ini audah diklarifikasi. Sebagai tindaklanjut tim Satgas akan kita lakukan tracking dalam 3 hari kedepan demi memastikan tidak adanya penyebaran Covid 19 ini,” tukasnya.(127)

    Leave a Reply

    Your email address will not be published.*