Heboh Masker Langka, Warga Bengkulu Diminta Tak Panik

HENDRIK/ BE- Wakil Gubernur Bengkulu H. Dedy Ermansyah melakukan peninjauan langsung pengawasan antisipasi penyebaran Virus Corona di Bandar Udara Fatmawati Soekarno, Rabu (4/3).

BENGKULU, bengkuluekspress.com -Pemerintah Provinsi Bengkulu meminta masyarakat tak panik dengan memborong barang-barang seperti masker dan hand sanitizer lantaran ada warga Indonesia yang positif virus corona atau COVID-19. Hal itu ditegaskan Wakil Gubernur Bengkulu H. Dedy Ermansyah saat melakukan peninjauan langsung pengawasan di Bandar Udara Fatmawati Soekarno dan di PT. Pelabuhan Indonesia ll (Pelindo ll) Pulau Baai Bengkulu, Rabu (4/3).

“Masyarakat tidak perlu panik, harus tetap tenang dan tetap melaksanakan aktivitas seperti biasa. Sebab hingga saat ini belum ada satu kasus yang terjadi di wilayah Provinsi Bengkulu,” kata Dedy, Rabu (4/3).

Mantan Anggota DPRD Provinsi Bengkulu itu mengungapkan, pihaknya dalam hal ini Dinas Kesehatan Provinsi Bengkulu dan Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) memiliki stok masker yang cukup masyarakat provinsi Bengkulu. Dikatakan Dedy, pihaknya bakal melakukan pemantauan terhadap masker-masker yang diperjual belikan di masyarakat umum sesuai instruksi Presiden beberapa waktu lalu.

“Pihak Aparat Penegak Hukum (APH) akan turun memantau hal itu nantinya. Sehingga jangan sampai dimanfaatkan oleh orang-orang yang tidak bertanggung jawab,” tegasnya.

Sementara itu, Wakil Direktur Pelayanan umum dan medis Rumah Sakit M. Yunus Bengkulu (RSMY) dr. Ismir Fahri mengatakan, masyarakat Provinsi untuk tidak panik. Terutama Panik ‘Buying’ sehingga berlomba-lomba mencari masker dan akhirnya menjadi langakah yang menyebabkan harganya tidak normal lagi.

Dijelaskan Ismir, bahwasanya masker itu hanya diperuntukan untuk orang-orang yang sedang sakit, bukan untuk masyarakat yang sehat. Karena tujuan penggunaan masker adalah mencegah sumber agen penularan berupa cairan tubuh seperti, dahak, batuk atau bersin. Sehingga tidak terlontar pad lingkungan luar agen penular.

“Seharusnya untuk orang-orang yang sehat tidak dalam istilah sebagai agen penular, sehingga tidak perlu menggunakan masker tersebut secara berlebihan,” ujar Ismir.

Ditambahkan Ismir, seharusnya untuk mencegah virus dari negeri tirai bambu tersebut, masyarakat untuk selalu tetap menjaga kebersihan atau tetap menerapkan pola hidup sehat dan meningkatkan daya tahan tubuh

“Kami sarankan agar masyarakat tetap menerapkan pola hidup sehat, yakni cuci tangan,saat di luar rumah serta agar menjaga daya tahan tubuh serta usahakan tidak pergi ke negara terjangkit virus corona,” tutupnya. (HBN)