Heboh, Dana Bansos di Bengkulu Utara Diduga Dipotong

AIR BESI, bengkulu ekspress.com – Perwakilan masyarakat dari Desa Datar Macang Kecamatan Air Besi Kabupaten Bengkulu Utara (BU) mendatangi gedung Direktorat Reskrim Polda Bengkulu, Selasa (28/7). Tujuannya untuk berkoordinasi terkait dugaan pemotongan dana Bantuan Sosial (Bansos) tunai Covid 19 dari Kementrian Sosial.
Besaran potongan dana Bansos yang dilakukan Rp 100 ribu dari jumlah diterima masing-masing kepala keluarga Rp 600 ribu.

Kepala Desa Datar Macang, Hilmandi menegaskan, bahwa pemotongan tersebut tidak benar.
“Tuduhan itu semua tidak betul adanya,” singkatnya.

Namun Camat Air Besi, Ajiansyah saat dikonfrimasi hal tersebut membenarkan adanya biaya pemotongan untuk ongkos transportasi. Namun hal tersebut sudah berdasarkan kesepakatan warga yang menerima BST dan untuk besarannya sebesar Rp 50 ribu.
“Ya ada, dan ada tanda tangan masyarakat yang tidak keberatan dengan ongkos tersebut. Dari keterangan Kadun hanya sebesar Rp 50 ribu,” terang Camat.

Ia juga sudah memerintahkan kepada Kadun untuk mengembalikan kepada warga yang tidak berkenan dengan adanya ongkos tersebut dan masalah ini pun sudah selesai. Namun dengan adanya yang melakukan pengaduan kembali kepihak berwajib, dirinya pun tidak bisa melarang hal tersebut.
“Kejadian ini sudah lama, dan memang sempat heboh dan sudah naik di media masa. Sebenarnya masalah ini pun sudah selesai, karena kita sudah memrintahkan kepada pihak kadun untuk melakukan kembalian uang tersebut bagi warga yang keberatan,” tandas Ajiansyah.(127)