Hearing Izin Cuti Walikota Berakhir Deadlock

H. HELMI HASANBENGKULU, Bengkuluekspress.com – Terkait dengan persoalan kejelasan izin cuti Walikota Bengkulu H Helmi Hasan ke luar negeri, tampaknya akan berbuntut panjang. Pasalnya, perwakilan aliansi masyarakat menggugat Walikota (AMMW) mengaku kecewa atas kinerja DPRD kota, yang tak menepati janji kendati saat hearing pada 21 Desember lalu, telah berjanji akan bersama-sama menelusuri keberadaan Walikota.

Sehingga kemarin (28/12) kembali digelar hearing yang dihadiri lintas fraksi. Namun, hearing yang berlangsung hingga pukul 14.00WIB ini akhirnya berujung deadlock, dimana belum ada kesimpulan terkait langkah-langkah yang akan diambil menyikapi hal ini. Sementara dari konfirmasi pihak sekretariat DPRD kota, Ketua DPRD Kota, Selasa 29 Desember berencana menemui aliansi ini, guna melakukan pembahasan bersama. Di sisi lain aliansi meminta agar pihak eksekutif termasuk Dirut RSUD kota, dr Lista yang mengeluarkan surat rekomendasi sakit walikota untuk dapat dihadirkan langsung.

Seperti yang diketahui, sepekan berlalu, tak ada tindakan nyata yang diambil meski sudah menandatangani berita acara. Tak satupun anggota DPRD kota yang menghubungi pihak aliansi, guna membicarakan hal tersebut. Hal inilah yang menurut mereka sangat disayangkan.

” Kami sangat kecewa dengan apa yang dilakukan anggota DPR ini, karena sampai sekarang belum ada tindakan apapun, padahal sudah kita sepakati bersama,” Sandy, ketua DPM Unihaz

Namun, menurut ketua komisi II DPRD kota, Suimi Fales, terkait rencana menelusuri keberadaan Walikota, sekaligus memastikan apakah Walikota benar-benar sakit atau tidak/ bukanlah ranah DPRD kota lagi. Hal tersebut dapat saja dilakukan oleh pihak kepolisian manakala ada indikasi pembohongan publik atau ada aturan yang dilanggar.

“Mulai perginya Walikota ini, dewan sudah melakukan tugas dan pengawasannya, seperti melalui lembaga untuk kejelesan, kapan?, dimana?, dan sakit apa?. Dan terjawab bahwa beliau telah mendapat izin dari mendagri. Kalau itu melenceng bukan ranah dewan lagi. Tetapi ada ranah orang lain. Karena dewan sudah melakukan kontrol,” terang Suimi Fales sebagai pimpinan rapat. (805)