Hatta Janji Perhatikan Pembangunan Bengkulu

BENGKULU, BE – Menko Perekonomian Republik Indonesia Hatta Radjasa berjanji akan memperhatikan pembangunan di Provinsi Bengkulu, serta akan menindaklanjuti rencana pembangunan yang disampaikan oleh Plt Gubernur H Junaidi Hamsyah dalam ekspos. “Saya tidak perlu lagi menyampaikan pemaparan, tadi (kemarin) saya menyimak (ekspos) dengan teliti apa yang disampaikan oleh Pak Gubernur, saya berjanji akan membawa persoalan ini dalam rapat Menko dengan para menteri-menteri di bawah koordinasi saya,” ujar Hatta, usia mendengarkan ekspose Plt Gubernur Bengkulu di Aula Pola Bappeda Provinsi. Hatta mengatakan Presisen SBY (Susilo Bambang Yudoyono) pernah berpesan saat acara pembukaan Mushabaqoh Tilawatil Quran Nasional (MTQN) di Bengkulu tahun 2010 yang lalu, agar mempercepat pembangunan ekonomi di Bengkulu, melalui program Masterplan Percepatan dan Perluasan Pembangunan Ekonomi Indonesia (MP3EI) koridor Sumatera. Program strategis yang disampaikan oleh Plt Gubernur yaitu pembangunan jalan koneksi sistem jaringan jalan akses MP3EI Provinsi Bengkulu yaitu pertama peningkatan jalan bebas hambatan Bengkulu (Nakau)-Lubuk Linggau (Sumsel) sepanjang 133 Km dengan perluasan badan jalan 2X7X2 Meter untuk dijadikan jalur peti kemas. “Pentingnya percepatan keluarnya izin dari Kementerian Kehutanan untuk peruntukan pembangunan jalan lingkar Simpang Nakau-Air Sebakul sepanjang 6,3 Km,” paparnya. Junaidi juga menyampaikan akan melakukan percepatan pelebaran jalan menuju pelabuhan Pulau Baai sepanjang 5,3 Km mejadi empat jalur 7X7+7X2 meter. Selain itu, pengembangan Bandara Fatmawati untuk menjadi bandara skala internasional dengan menambah perpanjangan landasan dari 2.250 menjadi 2.750 meter. “Sehingga bisa menjadikan Bengkulu embarkasi antara,” katanya. Pemprov Bengkulu juga mengusulkan peningkatan infrastruktur pelabuhan Pulau Baai menuju pelabuhan internasional dengan cara memperpanjang breakwater sebelah kiri dari 143 menjadi 353 meter dan sebelah kanan dari 257 menjadi 617 meter. “Langkah ini untuk mengatasi permasalahan sendimentasi yang sangat luar biasa. Pembangunan terminal induk dan peti kemas,” kata Junaidi.(100)