Hati-hati Lelang Jabatan

sidak_RM_provinsi_bengkulu
EKO/Bengkulu Ekspress SIDAK: Gubernur Bengkulu, Dr H Ridwan Mukti MH saat mengelar sidak kantor BKD, kemarin.

BENGKULU, Bengkulu Ekspress – Menjelang pelaksanaan lelang jabatan untuk eselon I, Pemerintah provinsi (Pemprov) Bengkulu akan semakin berhati-hati dalam mempersiapkannya. Pasalnya, Pemprov tidak mau nantinya setelah dilakukan lelang jabatan mendapatkan masalah pada akhirnya. Kesiapan itu, dilakukan saat Gubernur Bengkulu, Dr H Ridwan Mukti MH mengadakan sidak dibeberapa SKPD, termasuk ke Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Provinsi Bengkulu.

“Kita mau lihat, bagamana kesiapan kelengkapan syaratnya. Agar nanti tidak ada kesalahan dikemudian hari,” terang RM kepada Bengkulu Ekspress, saat usai menggelar sidak di BKD, kemarin (25/5).
Ditegaskannya, dalam masa jabatanya 6 bulan nanti, semua persyaratan lelang jabatan sudah haru selesai. Sehingga lelang jabatan dapat dilakukan secara langsung. “Kita inginkan nanti keputusan hasil lelang, dapat menjadi ketetapan yang tepat,” tambahnya.

Bukan hanya itu, disela sidak itu, gubernur juga memberikan arahan dan motivasi kepada puluhan pegawai yang berada di BKD. Agar para pegawai dapat berkerja secara semangat dan tetap melayanai dengan baik. “BKD ini tugasnya berat, bukan hanya melayani publik saja tapi melayani pegawai. Untuk itu kita berikan motivasi biar tetap semangat, walapun sering difitnah kotor padahal bersih,” ujar RM.

Selain, di BKD, gubernur juga melakukan sidak di kantor Dinas Kehutanan Provinsi Bengkulu. Setelah sampai pun, pegawai dan para staf sempat terkejut atas kedatangan gubernur. Gubernur yang didamping para ajudannya ini langsung memeriksa beberpa ruangan yang berada di Dinas Kehutanan. Obrolan santai dan salaman pun tak sampat dihindarkan.

“Kita memastikan bahwa semua pegawai sedang berkerja dengan baik,” terang RM.

Setelah mengelilingi beberapa ruangan di Didinas tersebut, Gubernur pun langsung melakukan diskusi bersama pegawai dan pejabata yang ada di Dinas tersebut. Setelah selesai menggelar diskusi, gubernur pun langsung beranjak untuk meninggalkan kantor Dinas Kehutanan Provinsi Bengkulu. (151)