Hasil Rapid Test Covid-19 untuk Ibu Muda di Lebong Tidak Akurat, 4 Kali Dites, 2 Kali Reaktif 2 Kali Negatif 

FOTO ERIK/BE – Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Lebong, Rachman SKM MSi didampingi Direktur RSUD Lebong dr Ari Afriawan saat konfresi pers terhadap pasien reaktif dan nonreaktif covid-19, Kamis (24/4).

LEBONG, bengkuluekspress.com – Akurasi hasil rapid test covid-19 terhadap seorang Ibu muda berumur 24 tahun yang baru melahirkan Rabu malam (22/04) di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Lebong dipertanyakan. Pasalnya, saat dilakukan rapid test terhadap ibu muda tersebut, hasilnya 2 kali positif (reaktif) dan 2 kali negatif (nonreaktif).

Data terhimpun, berawal sekitar pukul 04.40 WIB, Kamis  (23/04), setelah selesai melahirkan, pasien mengeluh dengan petugas medis di RSUD Lebong merasa panas dan susah menelan. Karena gejala yang dialami seperti gejala yang terserang Covid-19, akhirnya tim medis melakukan rapid test.

Setelah dilakukan test pertama hasilnya reaktif, namun karena ragu dengan hasil test, tim medis kembali melakukan rapid test untuk kedua kalinya dan ternyata hasilnya kembali reaktif. Namun tim medis kembali melakukan test hingga 4 kali namun untuk hasil 3 dan 4 diketahui hasilnya non reaktif atau negatif.

Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Lebong, Rachman SKM MSi didampingi Direktur RSUD Lebong dr Ari Afriawan mengatakan, memang untuk hasil rapid test ada menunjukan 2 reaktif dan 2 non reaktif. “Walaupun demikian, ini belum bisa dipastikan pasien positif covid-19,” jelas Rachman.

Untuk itulah, Rachman mengimbau masyarakat Lebong jangan panik, karena ini baru reaksi dari hasil rapid. Pasien akan dilakukan pemeriksaan lanjutan atau pengambilan swab. Dimana pasien saat ini masih di ruang isolasi RSUD Lebong. “Kita akan merujuk ke rumah sakit rujukan nasional penanganan Covid-19 dalam hal ini RS Argamakmur,” ucapnya.

Sementara itu, Direktur RSUD Lebong dr Ari Afriawan mengatakan, pada saat melahirkan, ada sebanyak 10 petugas medis yang (perawat UGD dan Kebidanan), namun bersyukur ke 10 orang petugas medis setelah dilakukan rapid test hasilnya negatif. “Tetapi, sesuai dengan protokol ke 10 orang petugas medis akan kita isolasi mandiri dan 10 hari lagi akan kembali kita rapid test ulang,” tutupnya.(614)