Harta Brother’s BC Pimpin Kelas Murai Bengkulu Berkicau Piala Gubernur Cup 2020

 

EKO/BE
PIMPIN: Klub Harta Brother’s BC binaan Dr Haryadi SPd MM MSi memimpin kelas murai batu ring 100K Ronggolawe pada event Bengkulu berkicau piala Gubernur Cup 2020, di depan Gedung Daerah Provinsi Bengkulu, Minggu  (30/8).

BENGKULU, bengkuluekspress.com – Antusias pencita burung bekicau, memeriahkan event Bengkulu berkicau piala Gubernur Cup 2020 yang digelar oleh Pemerintah Provinsi (Pemprov) Bengkulu bekerjasama dengan Bengkulu Ekspress TV (BETV).
Event yang dipusatkan di depan Gedung Daerah Provinsi Bengkulu itu, klub Harta Brother’s BC binaan Dr Haryadi SPd MM MSi memimpin kelas murai batu ring 100K Ronggolawe. Atas kemenangan itu, Harta Brother’s BCberhasil membawa pulang uang pembinaan Rp 1,3 juta, piagam dan trophy.

Pembina Harta Brother’s BC, Dr Haryadi mengatakan, klub nya menurunkan ditiga kelas, yaitu kacer, murai batu dan lovebird.
“Alhamdulilah, untuk kelas murai batu, kita mendapatkan juara pertama,” terang Haryadi kepada BE, Minggu  (30/8).
Diterangkannya, untuk kelas murai batu Gubernur dengan hadiah utama sepeda motor, pihaknya sengaja tidak menurunkannya. Sebab, burung murai batu yang dimilikinya sedang mengalami pergantian bulu badan. Sehingga tidak bisa dipaksakan untuk diturunkan pada event ini.

“Kebetulan, murai batu yang tidak kita turunkan,” tambahnya.

Haryadi mengatakan, klubnya sangat bersyukur atas prestasi yang sudah didapatkan pada event ini. Sebab, klub nya juga terus turun setiap ada event burung berkicau. Baik tingkat daerah, provinsi bahkan nasional. Bahkan, beberapa kali juga berhasil menjadi juara. “Kita pernah hattrick menang, pada pertandingan sebelum ini,” ujar Haryadi.
Klub Harta Brother’s BC binaan Sekda Pemda Bengkulu Utara ini, Haryadi menegaskan, terus berkomitmen bergabung pada semua komunitas burung berkicau. Turunnya, pada event kali ini sebagai bentuk partisipasi memeriahkan envet yang telah dibuat oleh pemprov dan BETV.

“Ini bentuk suport kami, untuk pemprov dan BETV,” ujarnya.

Haryadi yang juga Ketua Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) Provinsi Bengkulu itu, tidak hanya hobbi burung berkicau, tapi juga hobi berbagai olahraga seperti motor cross, mobil offroad dan berbagai olahraga lainnya.
“Kita ikuti semua, Insyallah semua event kita ikuti,” tutur Haryadi.

Untuk pemenang hadih utama Sepeda Motor, kelas murai batu Gubernur, diraih oleh Doni dari Tim Mitranda SF yang berasal dari Kota Bengkulu. Doni mengatakan, sebelumnya tidak percaya dengan prestasi yang sudah diraih oleh burung kesayangannya tersebut.
“Tidak menyangka bisa dapat. Alhamdullah, terimakasih,” ujar Doni.

Doni berharap, event seperti ini bisa digelar secara berkelanjutan. Sebab, event seperti ini disamping menjadi ajang juara, juga menjadi ajang mempererat silahturami.
“Silahturami kita bisa semakin erat, sesama pencinta burung berkicau,” tuturnya.
Disisi lain, salah satu perserta dari Jakarta, Broy dengan klub Kuil Elsef Pekanbaru mengatakan, pihaknya berhasil mendapatkan juara II kelas lovebird dewasa BETV. Broy menegaskan, baru partama ikut event burung berkicau di Provinsi Bengkulu.
“Selama ini ke Padang, Pekanbaru, Pelembang dan sekarang saya ikuti di Bengkulu,” terang Broy.

Atas mendapatkan juara kedua itu, Broy menuturukan cukup senang. Walapun sebenarnya, tidak berharap mendapatkan juara. Burung yang dibawanya sudah mendapatkan penilaian saja, sudah cukup senang.
“Yang jelas ini untuk menambah silahturami. Harapan saya, jurinya bisa lebih rell dalam memberikan penilaian,” ujarnya.
Sementara itu, Sekdaprov Bengkulu, Drs Hamka Sabri MSi yang membuka resmi event tersebut mengatakan, pemprov sudah mulai membuka event-event setelah dibukanya new normal covid-19. Namun tetap pelaksanaanya harus mematuhi protokol kesehatan covid-19.

“Seperti minggu lalu, kita buka event sepeda virtual, ini burung berkicau. Selagi masih bisa dibuka dengan protokol kesehatan, kita laksankan,” terang Hamka.
Hamka menegaskan, tujuannya dibuat event burung berkicau ini untuk memfasilitasi penggelar burung berkicau. Setelah 6 bulan tidak pernah mengikuti event besar di Provinsi Bengkulu.
“Ini juga sebagai upaya membuka pariwisata kita, agar kembali normal. Dengan demikian, ekonomi akan bergerak,” tandasnya. (151)

 

    Leave a Reply

    Your email address will not be published.*