Haris ‘Backpacker’ Asal Bengkulu, Sudah Kunjungi 62 Negara


Tips Ala Backpacker Untuk Wisata Bengkulu Lebih Maju

Bengkulu, Bengkuluekspress.com – Haris Subehan Riparev ‘Backpacker’ (istilah yang yang digunakan untuk para traveler) kelahiran Bengkulu sudah mengelilingi 62 negara di dunia.

Hal itu diungkapkannya saat berkunjung ke graha Pena Bengkulu Ekspress Media Grup (BEMG), Selasa (11/6).

Haris sendiri mengaku telah mengunjungi hampir seluruh benua di dunia. Benua yang belum ia kunjungi hanya benua antartika di kutub utara.

“Sudah 62 negara telah dikunjungi, keliling seluruh benua sudah. Saya hampir setiap tahun pulang melihat Bengkulu khususnya melihat pariwisata Bengkulu,” terang Haris kepada Bengkuluekspress.com di Graha Pena BEMG, Selasa (11/6).

Saat ini Haris tergolong backpacker internasional. Dia telah mengantongi platinum card, untuk mempermudahnya dalam berpetualang mengelilingi dunia. Dengan gelar Backpacker Internasional, Haris pernah melakukan umroh hanya dengan modal Rp 10 juta.

Negara yang telah dikunjungi Haris dikatakannya, Jepang, Inggris, Meksiko, Mekkah, Singapura, Malaysia, Cina, Perancis, Brunai Darusalam dan masih banyak negara lainnya lagi. Diantara kesekian negara yang telah ia kunjungi, haris mengatakan Jepang dan Indonesia merupakan tempat yang paling favorit menurut dirinya.

“Jepang is the best karena punya wisata tradisional dan wisata yang modern. Indonesia tidak kalah bagusnya, Indonesia punya wisata alam dan wisata budaya yang beragam,” pungkasnya.

Indonesia sendiri dikatakan Haris tidak kalah sektor pariwisata dengan negara lain, termasuk Provinsi Bengkulu, jika wisatanya dikelolah secara profesional.

“Sebenarnya potensi wisata khususnya di Bengkulu bisa maju dan berkembang karena Bengkulu memiliki potensi besar dalam hal pariwisata,” tandasnya.

Dilanjutkan Haris, “Wisata Bengkulu belum bisa bergerak sepenuhnya. Salahnya dimana, itu kembali ke kita lagi tidak usah menyalahkan orang lain.”

Seperti halnya Pantai panjang, kata Haris, kurangnya harusnya nama bisa menggunakan nama kultur budaya lokal untuk dijual. Kalau nama Pantai Panjang dalam bahasa Inggris ‘Long Beach’ semua negara punya ‘Long Beach’ maka daya tarik wisatawan luar kurang dengan nama yang itu.

“Kalau lebih tepatnya nama pantainya Pantai Putri Gading Cempaka, karena bisa membuat orang penasaran dengan nama seperti itu jadi semua ingin berkunjung. Kalau pantainya gak kalah dengan pantai di luar sana seperti Puchket Thailand, Hawai, jika disentuh dengan baik pembangunan maupun penataannya,” pungkasnya.

Haris sangat miris dengan keadaan wisata pantai panjang yang ada di Bengkulu, lampu jalan ataupun penerangan di pinggir pantai kurang, hanya sebagai hiasan. Minimal malam hari diwaktu liburan panjang seperti lebaran kemarin, dihidupkan karena banyak wisatawan yang datang. Kemudian Ia menyarankan membentuk zonasi pariwisata di Pantai Panjang, zona dagang, zona sport dan zona wisata agar lebih tertaata.

“Jangan ke pantai hanya menikmati jagung rebus atau munum kelapa muda saja. Kan bisa dikelolah dengan lebih baik,” tukasnya.

Masih kata Haris, itu hanya wisata panjang, belum lagi bunga Rafflesia yang menjadi ikon Provinsi Bengkulu yang hanya tumbuh di Bengkulu, Danau Dendam yang merupakan satu-satunya danau yang berada di tengah kota, ada wisata budaya Tabut, wisata alam, adventure dan belum wisata sejarah baik sejarah nasional maupun internasional ada di Bengkulu.

“Pariwisata orang mau datang kalau punya sesuatu yang menarik. Mempromosikan mulut ke mulut lebih efektif apa lagi saat ini sudah ada sosial media yang lebih mudah untuk mempromosikan wisata Bengkulu,” tegasnya.

Pemeliharaan wisata tidak bisa menuntut dari pemerintah saja, tetapi masyarakat harus sadar dan membantu menjaga lokasi wisata agar tetap terawat dan bersih.

Untuk strategis promosi pariwisata harus setahun minimal sebelum event berlangsung. Jangan hanya h-1bulan baru gencar promosi. Dengan kemajuan teknologi saat ini, promosi dapat lebih mudah, bisa diundang selebgram untuk membantu promosi, mention, trending topik agar menjadi event kelalas dunia.

“Turis sendiri jika berwisata bukan boss tetapi kita tidak bisa menerima atau memyambut mereka dengan secara jutek, dan cuek,” katanya.

Untuk meningkatkan pariwisata khususnya di Bengkulu, menurut Haris, setidaknya kualitas Sumber Daya Manusianya (SDM) harus ditingkatkan. Yang handal tidak gampang puas. Seharusnya wisata Bengkulu bisa lebih maju kedepan dan harus cepat maju provinsi Bengkulu.

“Investasi dibidang pariwasata tidak langsung balik modal. Namun jika daerah memiliki wisata yang unik, beda dan menarik maka banyak wisatawan yang akan berkunjung,” tutupnya. (HBN)