Harimau Sumatera Ditemukan Tewas Terjerat

FOTO JEFRY/BE – Petugas dari Polres Seluma dan Badan Konservasi Sumberdaya Alam (BKSDA) Provinsi Bengkulu sedang berada di lokasi harimau yang tewas terjerat di kawasan HL Semidang Bukit Kabu, Kamis (20/2).

SELUMA UTARA, bengkuluekspress.com – Perburuan harimau Sumatera (Panthera Tigris Sumatrae) masih terjadi di Kabupaten Seluma. Terbukti, Kamis (20/2) Kepolisian Polres Seluma bersama Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) kembali mendapatkan laporan akan adanya harimau yang telah mati terjerat oleh warga di kawasan Hutan Lindung(HL) Semidang Bukit Kabu, Desa Selinsingan Seluma Utara.

“Selasa malam kita mendapat laporan dari warga bernama Ridwan Fauzi (38), dan evakuasi langsung dilakukan kemarin pagi yang diduga kuat mati akibat jeratan,” ujar Kapolres Seluma AKBP I Nyoman Mertha Dana SIK melalui Kanit Tipiter Ipda Catur Teguh SH kepada BE.

Sebelum melakukan evakuasi, pihak Kepolisian dan BKSDA sudah melakukan patrol Wanalaga. Bertepatan dengan itu, warga melaporkan akan adanya harimau. Sehingga pagi harinya langsung ditindak lanjuti bersama tim dan warga untuk menuju lokasi.

Penemuan harimau itu berawal ketika Ridwan Fauzi bersama sejumlah rekannya mencari umbut (rotan muda) ke kawasan HL Semidang Bukit Kabu. Hanya saja, saat perjalanan pulang dikagetkan dengan penampakan harimau. Sehingga Ridwan dan rekannya langsung kabur meningalkan lokasi yang mengira harimau tersebut masih hidup.

“Warga melihat harimau itu dan khawatir sehingga langsung kabur dan melaporkannya,” ujar Catur.

Selanjutnya, Ridwan melaporkan penemuan itu ke Polres. Usai mendapatkan laporan tim langusng menuju lokasi kawasan dengan menggunakan kendaraan dobel gardan dan berjalan kaki. Akhirnya, setibanya di lokasi mendapati aroma tidak sedap yang berasal dari bangkai harimau yang sudah mati terjerat.

Catur menerangkan, dugaan kuat harimau ini mati terjerat sudah lima hari yang lalu. Hal ini diperlihatkan dengan kondisi tubuh harimau yang sudah membesar. Dalam penyisiran di sepuratan lokasi, Tim kembali berhasil mendapatkan jeratan harimau yang terbuat dari kawat seling dengan umpan babi.

“Kuat dugaan harimau ini sudah terjerat dan mati lima hari yang lalu dengan kondisi jeratan pada bagian leher dan kaki,” terang Catur.

Sementara itu, tim langsung melakukan evakuasi bangkai harimau tersebut dengan membawa ke luar kawasan HL dan langsung bertolak ke BKSDA Provinsi Bengkulu untuk dilakukan visum terlebih dahulu.

“Tim langsung membawa ke BKSDA Provinsi Bengkulu untuk dilakukan visum oleh dokter hewan yang ada,” demikian Catur.(333)