Harimau Dekati Kebun, Warga Resah

KETAHUN, BE- Terkait kemunculan harimau sejak terjadinya kasus pembunuhan di wilayah Lembah Duri Desa Air Sebayur Kecamatan Ketahun beberapa waktu lalu, saat ini warga yang memiliki kebun di lokasi tersebut menjadi resah. Pasalnya kemunculan sang raja hutan di areal pemukiman mengancam keselamatan jiwa. Sehingga saat ini, warga sudah mulai membatasi diri bepergian ke kebun seorang diri karena khawatir menjadi buruan hewan liar tersebut. “Keresahan memang sudah terjadi akibat kemunculan harimau beberapa waktu lalu,” kata Kades Air Sebayur Hariono.¬†Menurutnya, dari informasi yang disampaikan oleh masyarakat, kemunculan harimau di sekitar lokasi kebun masyarakat kerap terjadi, khususnya di lokasi kebun yang terdapat mata air dan sungai. Hewan liar tersebut turun gunung untuk mencari mangsa di lokasi kebun. Seperti halnya ayam milik petani yang tinggal di kebun juga mulai banyak yang hilang dan tidak ada jejaknya. Diduga kuat, raibnya ayam tersebut dikarenakan dimangsa oleh satwa liar. “Padahal jarak kawasan hutan lindung dengan kebun masyarakat jaraknya cukup jauh. Namun kenyataanya harimau tersebut tetap turun gunung dan hal ini yang menjadikan persoalan bagi masyarakat, ” terangnya. Terkait kondisi tersebut, warga berharap pihak terkait dalam hal ini BKSDA untuk terjun ke lapangan melihat langsung kondisi yang terjadi. Seperti halnya melakukan pemasangan jebakan di lokasi yang sering dilalui oleh hewan liar tersebut. Jika pihak BKSDA bisa melakukan penangkapan dan memindahkan satwa liar dari lokasi yang berdekatan dengan perkebunan warga akan memberikan keselamatan warga serta menghindari terjadi perburuan liar yang dilakukan oleh pihak-pihak tidak bertanggung jawab. “Keselamatan warga dari ancaman satwa liar perlu diperhatikan. Selain itu pula, keberadaan mereka di lokasi yang berdekatan dengan kebun masyarakat akan memancing perburuan satwa liar,” tukas Hariono.(212)