Hari Pertama UNBK

IRUL/Bengkulu Ekspress PANTAU: Bupati Kaur didampingi, Sekda, Kadis Pendidikan, Kabag Humas dan para pengawas UN saat memantau pelaksanaan UNBK tingkat SMP di SMA 1 Kaur, Senin (22/4).

Terganggu Listrik,
21 Siswa Absen

BINTUHAN,Bengkulu Ekspress– Ribuan siswa SD dan SMP sederajat, serentak melaksanakan ujian Ujian Nasional Kertas dan Pensil (UNKP) dan Ujian Nasional Berbasis Komputer (UNBK), Senin (22/4). Namun sayangnya proses pelaksanaan UNBK yang diikuti 16 SMP di Kaur kemarin, sempat terganggu akibat padamnya listrik PLN. Beruntung hal ini bisa diantisipasi pihak sekolah dengan menggunakan genset, sehingga pelaksanaan UNBK bisa berjalan lancar.

“Ya berdasarkan laporan pihak sekolah, untuk UNBK dihari pertama ini terkendala listrik, karena sempat mati beberapa menit,” kata Kepala Dinas Pendidikan Kepala Dinas Pendidikan (Dispendik) Kaur, Endy Yurizal SP, saat memantau langsung pelaksanaan UNBK di SMA 1 Kaur bersama Bupati Kaur, kemarin (22/4).

Dari hasil pantauan Bengkulu Ekspress kemarin (22/4), insiden mati lampu berlangsung selama sekitar tiga menit. Namun, pelaksanaan UNBK hari pertama dengan mata pelajaran Bahasa Indonesia tersebut dapat dilanjutkan meskipun kejadian tersebut setidaknya berdampak pada mental peserta UN. Menurut Endy, insiden tersebut tidak berdampak pada hasil pengisian para peserta UN yang secara otomatis tersimpan di server, namun setidaknya menghambat waktu dan mengganggu mental para peserta.

“Listrik padam saat berlangsungnya UNBK di sesi pertama, dan Alhamdulillah para peserta dapat melanjutkan soal tanpa mengulang dari awal, dan kita harap selama pelaksanan UNBK ini listrik aman dan tidak mati lagi,” terangnya.

Ditambahkannya, dari hasil pemantauan pelaksanaan USBN tingkat SD disejumlah sekolah, ia memberikan motivasi kepada murid SD yang mengikuti USBN. Ia juga berharap pada pelaksaan USBN yang digelar selama tiga hari yakni mulai 22-24 April 2019 ini berjalan baik dan siswa bisa mendapatkan nilai yang terbaik. “Dari peninjauan USBN kita, tidak ada kendala dan berjalan lancar. Kita berharap peserta US lulus 100 persen sama dengan tahun sebelumnya,” harapnya

Sementara itu, dari 2.249 siswa SMP yang yang terdaftar sebagai peserta UNKP dan UNBK, namun yang ikut UNKP sebanyak 2.337 siswa. Sedangkan 12 tidak hadir atau absen dan dari 12 absen itu 1 diantaranya sakit. 12 siswa yang tida hadir itu yakni dari SMP 24 dua orang, SMP 7 satu orang, SMP Asy-Syafia 1 orang, SMP Qur’aniaya 2 orang, SMP Salafiyah 1 orang SMP 36 PKLK 1 orang, SMP 8 dua orang, SMP 1 satu orang, MTSN 5 satu orang. Sedangkan tingkat SD dari 2.384 siswa itu hanya 1.384 yang hadir sedangkan 9 siswanya absen.

Siswa tidak hadir itu diantaranya, SD, 120, satu orang, SD 34, satu orang, SD 105, satu orang, SD 109 satu orang, SD 78 dua orang SD 100 satu orang, SD 81 satu orang dan SD 93 satu orang. Puluhan siswa SD dan SMP yang mengundurkan diri banyak alasan siswa, menurutnya, beberapa alasannya dipicu karena banyak siswa menikah sebelum pelaksanaan UNKP dan UNBK, pindah sekolah, atau ikut orangtua pindah ke luar kota “Secara otomatis para siswa yang tidak ikut UNKP dan UNBK hari pertama ini karena mengundurkan diri dinyatakan gugur dan tidak mendapatkan nilai,” tandasnya.

Sementara itu, Bupati Kaur Gusril Pausi S Sos didampingi, Sekda, Kadis Pendidikan dan Kabag Humas Setda Kaur yang memantau langsung pelaksaan UNBK dan UNKP di SMA 1 Kaur kemarin, (22/4). Bupati juga mengakui jika kendala utama dihari pertama ini masalah listrik. Akan tetapi Bupati berharap dengan adanya kejadian padamnya listrik saat UNBK, pihaknya berharap agar tidak ada kejadian serupa di hari berikutnya selama UNBK. Juga dalam kujunganya ini dilakukan untuk melihat langsung antusias para siswa dalam menghadapi UNBK sekaligus memberikan dukungan kepada para siswa agar bisa lebih semangat.



“Pertama kita ingin memastikan tidak ada kendala dalam pelaksanaan UNBK bagi para pelajar dan memberi semangat untuk mereka yang sedang berjuang menghadapi ujian akhir. Kita doakan para siswa ini semuanya bisa menjawab soal ujian, Diharapkan, semua proses UNBK di Kaur berjalan lancar dan aman,” harapnya.
Menanggapi hal itu, Manager PLN Rayon Bintuhan Anggun Haryadi, ketika dikonfirmasi mengaku, pihaknya mohon maaf atas pemadaman yang menyebabkan gangguan pada pelaksanaan UNBK tersebut.

Untuk antisipasi pemadaman sudah dimaksimalkan agar tidak terjadi, jika memang ada, maka akan diprioritaskan untuk segera dinyalakan kembali. “Kami mohon maaf, kejadian ini di luar kendali kami, karena adanya gangguan jaringan, dan akan kita dukung terus pelaksanaan UNBK ini agar dapat berjalan lancar,” tandasnya.(618)




    Leave a Reply

    Your email address will not be published.*