Hari Pertama UNBK SMK

YouTube video

Molor 2 Jam, Jawaban Eror

BENGKULU, Bengkulu Ekspress– Pelaksanaan Ujian Nasional Berbasis Komputer (UNBK) tingkat Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) disejumlah sekolah sempat terganggu lantaran jaringan internet, hingga menyebabkan UNBK sesi pertama molor selama dua jam.

Satu diantaranya sekolah yang mengalami kendala adalah SMKS 21 Qawiy Shabab, sekolah terpaksa harus mengintruksikan siswanya untuk keluar ruang ujian untuk sementara waktu menunggu proses sinkron.Salah satu murid SMKS 21 Qawiy Shabab, Annisa Puti Imani ditemui saat diluar ruangan bersama teman-temannya mengatakan, merasa terganggu dengan kejadian ini. Dijadwalkan siswa-siswi mengikuti ujian pukul 07.30 terpaksa harus diundur.

“Awalnya kita semangat ujia,dan sudah bisa koneksi dan mengerjakan soal, saat memilih jawaban komputer eror, lembar jawaban tidak bisa di klik, ” katanya.

Kemudian kami disuruh keluar, ia mengakui pelaksanaan UNBK online cukup membuatnya cemas. Ia beserta rekan-rekannya berharap pelaksaanan ujiannya cepat terlaksana. Dan berharap dalam pelaksanaan ujian ini dapat memperoleh nilai Ujian yang baik pula.

Sementara itu Kepala SMKS 21 Qawiy Shabab, Ahmad Fahmi saat dikonfirmasi tidak menampik molornya pelaksanaan UNBK dihari pertama. Diceritakaaan Fahmi, pada awalnya siswa/siswi begitu lancar terkoneksi dengan internet, mereka sudah mendapatkan token dan log in ke soal, tiba-tiba tegangan listrik turun sebanyak dua kali. Saat siswa mengerjakan dan memilih jawaban sudah tidak terkoneksi.

Untuk menghindari keresahan para siswa didalam ruangan, panitia mempersilahkan anak-anak supaya belajar diluar tempat ujian. Seraya menunggu sinkron ke komputer. Setelah melalui proses perbaikan oleh tim tehnisi, siswa siswi baru bisa melanjutkan ujian dan mengerjakan soal kembali sekitar pukul 09.30 wib. Tidak sinkronnya komputer juga terjadi di SMKN 3 Kaur, di sesi pertama siswa siswi tidak bisa terkoneksi ke jaringan, ujian molor pun tidak terelakkan sehingga disikronisasikan ulang.

Sementara itu, Koordinator Proktor provinsi Bengkulu, Jefrinaldi menuturkan molornya pelaksanaan UNBK hanya dialami sebagian sekolah. Pun begitu, siswa/siswi tidak dirugikan. Pengerjaan soal leh siswa/siswi waktunya tidak akan dikurangi, hanya di undur pelaksaanannya, yang semula pukul 07.30 terpaksa menunggu sampai jaringan online lagi. “Hingga sesi satu baru dilaporkan dua sekolah, sisanya masih bisa diatasi dengan baik, ” katanya.

Lebih lanjut dikatakan Jefrinaldi adanya sekolah yang tidak bisa memilih jawaban, dikarenakan Lan card crais mengalami kerusakan akibat tegangan listrik tidak stabil, sehingga koneksi dari clion ke server terputus, dan harus diganti. “Tadi saya sudah ke sekolah, dan Lancard sudah diganti, siswa/siswi sudah bisa terkoneksi dan sudah bisa memilih jawaban yang dipilihnya, “.

Sidak

Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dikbud) Provinsi Bengkulu, Drs. Budiman Ismaun MPd, bersama rombongan melakukan monitoring pelaksanaan Ujian Nasional Berbasis Komputer di Bengkulu. Pelaksanaan UJian Nasional yang kali pertama digelar 100 persen berbasis komputer itu,diawali dengan pemantauan di SMKN 2 Bengkulu Tengah, dimana sekolah ini ada 10 siswa/siswi yang menumpang di SMKN 2 Bengkulu Tengah.

Pemantauan UNBK juga dilakukan , kepala bidang SMK, Drs. Buslan MPd melakuka pemantauan ke sejumlah sekolah. Buslan mengklaim pelaksanaan UNBK dihari pertama berjalan lancar. Dari hasil monitoring di dua sekolah, semuanya tidak menemukan kendala.

141 siswa Tak Hadir

Jumlah peserta UNBK tahun pelajaran 2018/2019 se-provinsi Bengkulu tingkat SMK diikuti sebanyak 8.086 orang, dari jumlah tersebut diketahui 141 siswa tidak hadir, yaitu 139 orang Drop Out (DO) dan 3 orang bermasalah hukum.



” Penyumbang siswa terbanyak ada di Kota Bengkulu 54 orang, Rejang Lebong 51 orang, Bengkulu Utara 9 orang, Kaur 6 orang, Kepahiang 6 orang Seluma 3 orang, Mukomuko 4 orang, Bengkulu Selatan 7 orang, Bengkulu Tengah 1 Orang, sedangkan Lebong belum melaporkan ” kata Ketua Panitia UN R Wahyu DP diamini sekretaris UN Syaiful.

Dikota Bengkulu siswa yang tidak hadir mencapai 54 siswa dari 22 SMK. Siswa terbanyak tidak hadir disumbang dari sekolah swasta dengan alasan Drop Out, menikah dan telah meninggal. Siswa/siswi yang tidak hadir diantara di SMKS 9 Muhammadiyah 10 orang, SMKS 19 Kesehatan 5 orang, SMKS 17 Budi Mulya 5 orang, SMKS 15 Taruna 5 orang, SMKS Yamakarya 6 orang, SMKS 11 Serunting 2 sebanyak 6 orang, SMKS 10 Telkom 1 orang, SMKS 8 Grakarsa 4 orang, SMKS 4 PGRI 1 orang, SMKS 3 Serunting 1, 2 Orang,3 orang dari SMKN 2 , SMKN 3, 4 oranang, dan SMKN 4 dan SMKN 5 masing-masing satu orang. “Mereka yang tidak mengikuti ujian nasional tanpa ada surat keterangan, tidak bisa mengikuti ujian susulan, dan dinyatakan tidak lulus,” tukasnya. (247)