Hari Ini, Imunisasi MR Serentak

Advokasi digelar di ruang rapat Bupati Seluma yang dibuka oleh Wabup Seluma Drs Suparto Msi ikut dihadiri Wakapolres Seluma dan Kodim 0425Seluma
Jefryy/Bengkulu Ekspress – Kegiatan advokasi imunisasi MR (campak dan rubella) yang digelar di ruang rapat Bupati Seluma yang dibuka oleh Wabup Seluma Drs Suparto Msi ikut dihadiri Wakapolres Seluma dan Kodim 0425/Seluma.

TAIS,Bengkulu Ekspress – Mulai Rabu (1/8/2018), Dinas Kesehatan Kabupaten Seluma, Bengkulu melaksanakan imunisasi measles rubella (MR) atau imunisasi campak dan rubella. Pelaksanaan ini dilakukan secara serentak se Indonesia. Dengan sasaran anak usia 9 bulan sampai 15 tahun.



“Fokus pelaksanaan di sekolah, kemudian di desa, tempat bermain, serta posyandu dan puskesmas,” kata Pelaksana tugas (Plt) Kepala Dinas Kesehatan Rudi Sawaludin, S.Sos didampingi Kepala Bidang Pengendalian Penyakit Ahmad Tavip, SIP, serta Kasi Pengendalian Penyakit Fachrozan, Skep kepada Bengkulu Ekspress.

Sasaran MR sebanyak 51.600 anak. Untuk merealisasikan target itu, Dinas Kesehatan meminta penjelasan dari Polres Seluma, termasuk Kodim 0425 Seluma. Seandainya terjadi disorientasi atau kesalahan. Karena anak yang harus divaksin jumlahnya tidak sebanding dengan tenaga medis.

“Kami meminta perlindungan serta masukan, bagaimana nanti seandainyai setelah divaksin. Kemudian terjadi hal yang tidak diinginkan. Karena hal ini bisa saja terjadi karena banyaknya anak yang akan divaksin,” tegas Fachrozan.

Fachrozan tetap menekankan tenaga medis yang dilibatkan melaksanakan kerjanya sesuai dengan prosedur. Termasuk memeriksa kesehatan anak-anak apakah cocok menerima vaksin MR atau tidak. Jika memang tidak cocok, maka tidak akan diberikan vaksin. “Kita juga tidak asal memberikan vaksin. Jelas anak harus diperiksa terlebih dahulu apakah cocok atau tidak guna menghindari permasalhan di kemudian,”imbuhnya.

Diketahui, kemarin (31/7) dilakukan advokasi yang digelar di ruang rapat Bupati Seluma yang dibuka oleh Wabup Seluma Drs Suparto MSi dan dihadiri pula Wakapolres Seluma Kompol Tigor Lubis. Wakapolres Seluma Kompol Tigor Lubis pada kesempatan itu mengatakan, jika semuanya dilakukan sesuai dengan prosedur, kemudian catatan medis anak ditulis dan diperhatikan. Maka jika terjadi gangguan pada anak tersebut maka petugas medis tidak bisa lantas disalahkan. Untuk itu, tetap harus dilakukan pemeriksaan secara teliti mengenai hal ini.

“Sepanjang bapak melakukan dengan benar, kemudian hasil pemeriksaannya dicatat. Serta diperhatikan apakah anak tersebut cocok menerima vaksin atau tidak, maka bapak sudah melaksanakan hal yang benar. Jangan sampai sebelum diberikan vaksin, tanpa dilakukan pemeriksaan kesehatan. Jika terjadi hal buruk, maka petugas medis bisa diperiksa penyidik,” ujar Wakapolres Seluma.

Sementara itu, Wabup Seluma Suparto mengatakan, sebaiknya semua petugas medis berhati-hati. Kemudian melibatkan Polres Seluma dan Kodim 0425 Seluma dalam pelaksanaannya. Termasuk saat melakukan sosialisasi. Sehingga masyarakat sudah mengetahui dengan adanya vaksin MR ini. Wabup Seluma tetap berharap pemberiann vaksin MR ini bisa berjalan dengan sukses. Kemudian tidak ada anak anak di Seluma yang terkena campak dan Rubella. “Ini untuk kepentingan kita bersama dan kesehatan serta manfaatnya jelas di kemudian hari.”imbuhnya.

Tenaga medis di Kabupaten Seluma, masih minim. Dari jumlah tenaga medis yang ada sebanyak 417 orang yang bisa digerakkan pada vaksin MR ini hanya 220 orang saja. Karena sisanya tetap harus memberikan pelayanan kesehatan kepada masyarakat di rumah sakit dan puskesmas.(333)