Harga Sayur Tak Dipengaruhi Dolar

Ary, sayuran (2)
ARY/Bengkulu Ekspress
Sejumlah pekerja tengah menyusun sayuran digudang milik Margiono sebelum dikirim keluar daerah. Penguatan nilai tukar dolar terhadap rupiah ternyata tak mempengaruhi harga sayuran di Kabupaten Rejang Lebong.

CURUP, Bengkulu Ekspress – Penguatan harga dolar yang dalam sepekan terakhir ternyata tak mempengaruhi harga jualan sayuran di Kabupaten Rejang Lebong. Demikian disampaikan Margiono salah satu pemilik gudang sayuran di Desa Sumber Bening Kecamatan Selupu Rejang.

“Kalau untuk kenaikan dolar yang saat ini tengah terjadi tidak mempengaruhi harga sayuran,” sampai Margiono saat dikonfirmasi Minggu (9/9) kemarin.

Karena menurut Margiono, saat harga dolar tengah turun juga atau tak semahal saat ini. Beberapa harga sayur justru mengalami lonjakan seperti halnya setelah lebaran Idul Fitri beberapa waktu lalu.

Sementara itu, untuk yang mempengaruhi harga sayuran sendiri, menurut Margiono adalah ditentukan oleh ketersediaan barang dari para petani. Dimana menurutnya saat ketersediaan barang sedikit maka otomatis harga sayuran akan melambung begitu juga sebaliknya bila ketersediaan sayuran banyak maka harganya akan turun.

“Faktor utama yang mempengaruhi harga sayuran ini adalah ketersediaan barang dan permintaan dari luar kota khususnya Palembang,” sampai Margiono.

Karena menurut Margino, harga sayuran di Kota Palembang sangat mempengaruhi harga sayuran di Kabupaten Rejang Lebong bahkan daerah lain di Indonesia, karena menurutnya harga sayuran di Palembang naik maka harga sayuran diseluruh daerah akan naik.

Margiono mengaku, Palembang merupakan sasaran utama penjualan sayuran dari Kabupaten Rejang Lebong. Karena menurutnya sebagian besar sayuran dari Kabupaten Rejang Lebong pasti dijual oleh para pengempul ke Kota Palembang.

“Harga sayuran kita akan turun, kalau banyak sayuran dari daerah lain masuk ke Palembang seperti dari Jambi, saat itu pasti harga sayuran kita turun,” paparnya.

Selain ke Palembang, Margiono juga mengungkapkan sayuran dari Kabupaten Rejang Lebong banyak dijual ke Kota Bengkulu bahkan hingga ke Bangka Provinsi Bangka Belitung.

Untuk harga sayuran sendiri, menurut Margiono cabai merah ditingkat petani dihargai Rp 17 ribu meningkat dari sebelumnya Rp 10 ribu, kemudian cabai rawit juga mengalami kenaikan dari sebelumnya Rp 24 ribu menjadi Rp 28 ribu.

Kemudian untuk tomat, saat ini harga 1 Kg Rp 3 ribu naik dari sebelumnya Rp 1.000 sampai Rp 1.500 per Kg. Kemudian kol juga mengalami kenaikan dari sebelumnya Rp 800 per Kg saat ini sudah Rp 1.000 per Kg.

Begitu juga dengan Bunga Kol yang sebelumnya Rp 3 ribu saat ini naik menjadi Rp 6 ribu. Buncis juga mengalami kenaikan dari Rp 4 ribu menjadi Rp 6 ribu per Kg. Begitu juga dengan terong ungi saat ini diharga Rp 2 ribu dari sebelumnya Rp 1.000 per Kg.



Sementara itu, untuk harga sayuran yang mengalami penurunan seperti cabai hijau dari sebelumnya Rp 10 ribu saat ini tinggal Rp 7 ribu, kemudian sawih putih sebelumnya Rp 2.500 menjadi Rp 1.300 per Kg dan Sawi pahit dari Rp 2.500 menjadi Rp 1.000 per Kg. Kemudian daun bawang turun dari Rp 9 ribu menjadi Rp 5 ribu per Kg.

“Kalau saat ini memang sebagian besar naik, namun kita tidak tahun besok apakah terus naik atau justru kembali turun, karena memang harga sayuran tidak bisa ditebak,” demikian Margiono.(251)