Harga Sawit Mulai Naik

NAIK Petani  sawait di Kecamatan Kaur Selatan saat membawa hasil sawit ke pengepul, Minggu (1511KAUR SELATAN,BE– Sejumlah petani sawit mulai sumringah dan merasa lega, dikarenakan harga tandan buah segar (TBS) kelapa sawit mulai merangkak naik. Sebab harga TBS kelapa sawit ditingkat petani sempat terpuruk Rp 400 sampai Rp 450 per kilogram (kg) di sejumlah tempat seperti di Kecamatan Kaur selatan. Namun petani kembali bersemangat dan berharap harga TBS kelapa sawit terus berangsur naik sampai harga normal kembali. Harga sawit saat ini berkitar Rp 600 hingga Rp 700 per kilogram.

“Walaupun harga sawit belum normal, kami petani sawit sudah merasa sedikit lega naiknya harga sawit. Karena sekarang ini harganya sudah Rp 700 perkilonya. Kami berharapkan harga ini terus naik,”ujar Izul (41), salah seorang petani sawit di Kecamatan Kaur Selatan kemarin.

Dikatakannya, turunnya harga sawit beberapa pekan lalu membuat petani sawit, terutama yang kebun sawitnya di bawah 11 hektare begitu terpukul. Apalagi andalan mata pencarian hanya dari hasil kelapa sawit. Namun dengan naiknya harga sawit secara berangsur, petani kembali bersemangat dan mulai merasa lega. “Dalam pekan ini harga kelapa sawit di wilayah Kaur ini rata-rata mencapai Rp 700 per kg, kalau kita jual ke pabrik langsung ini harganya bisa sekitar 800 hingga 900 per kg,” ujarnya.

Hal serupa dirasakan Rizon (52), petani sawit sekitar Kecamatan Maje. Ia mengaku dengan kenaikan harga TBS membuat para petani mulai bisa bernafas lega. Miskipun kenaikan harga sawit masih kecil namun tidak separah yang sebelumnya.

“Kami merasa senang karena harga TBS naik dari sebelumnya, meski kami akui bahwa kenaikannya masih kecil, tapi kami senang karena harga sawit mulai normal,” ujarnya.
Menurutnya, kenaikan harga TBS tidak naik sekaligus hingga ke harga Rp 1000 per kg di tingkat pengepul, namun naik nya secara bertahap. Walupun begitu, dia dan para petani lainnya tetap merasa senang dengan harga saat ini. Dengan kenaikan harga TBS ini, tentunya para petani berharap agar harga tersebut tetap normal dan tidak anjlok kembali.

“Kita berharap harga sawit ini meskipun tidak naik lebih tinggi, tapi tetap bertahan dan normal saja kita sudah merasa senang, karena perekonomian Kita bergantung pada hasil perkebunan,” harapnya.(618)