Harga Rumput Laut Anjlok

MAJE, Bengkulu Ekspress – Masyarakat yang mengandalkan penghasilannya dari mencari rumput laut beberapa bulan terakhir ini mengeluh. Sebab selain rumput sudah mulai sulit didapatkan, harga jualnya juga anjlok. Akan tetapi meski murah, warga tak ada pilihan lain.“Yang saya pegang ini jenis rumput laut kawat dengan harga Rp 7 ribu, sedangkan yang mahal itu jenis rumput laut nilon harganya Rp 12 ribu perkilonya,” ujar Basar (45), warga Desa Parda Suka Kecamatan Maje kemarin (24/9).

Dikatakannya, untuk dapat mengantongi uang itu, warga meski melakukan berbagai proses yakni penjemuran dan juga menyingkirkan pasir atau kotoran dari akarnya. Nah setelah benar-benar selesai barulah proses penimbangan. Sehingga baru dapat uang hasil penjualannya.

“Ini pembeli ada di desa kita sendiri sebagai penampung, tapi ini tak langsung instan perlu proses penjemuran untuk mendapatkan uang hasil penjemuran itu. Harga ini menurun dari beberapa minggu yang lalu, dimana sempat mencapai rumput nilon hingga 15 ribu perkilonya sedangan rumput kawat mencapai Rp 10 ribu perkilogramnya,” tuturnya.

Warga yang mencari rumput laut atau Lukuk dalam bahasa Kaur-nya terbilang lumayan banyak. Bahkan hampir sekitar 30 persen IRT di beberapa desa dengan dengan pantai mencari rumput laut.

Kondisi ini di dibenarkan Kades Parda Suka Kecamatan Maje Edi Herlian. Menurutnya tradisi melukuk ini sudah berlansung sejak beberapa tahun yang lalu. “Harapan kita ada program pemerintah untuk menebar benih rumput laut, sehingga nantinya rumput ini tidak punah dan berkembang sehingga dapat kembali dipanen warga,” tandasnya. (618)



    Leave a Reply

    Your email address will not be published.*