Harga Pupuk Melambung

TAIS, BE – Harga pupuk urea bersubsidi di sejumlah kios pengecer di Seluma kini melambung tinggi. Setiap 50 kg atau 1 sak pupuk harga di tingkat pengecer tembus Rp 105 ribu. Harga tersebut jelas-jelas melampaui HET (Harga Eceran Tertinggi). Akibatnya, petani menjerit karena makin susah untuk mendapatkan pupuk. Salah seorang petani di Kelurahan Napal Kecamatan Seluma, Asnawi (34) mengaku sejak beberapa hari terakhir dirinya dan warga petani lainnya membeli pupuk bersubsidi dengan haraga Rp 105 ribu per sak. Harga yang melangit tersebut tak hanya pada kios tempat dirinya biasa berlangganan. Tapi, juga merambah sejumlah kios pengecer pukuk bersubsidi yang resmi di desa-desa lain di Seluma. “Kami beli pukup mahal nian. Kami tanya sama petani lain di desa lain, sama saja juga mahal,” kata Asnawi. Dituturkan Asnawi, harga pupuk yang mahalnya luar biasa tersebut disadari makin menyusahkan petani. Sebelum-sebelum ini, menurutnya harga pupuk urea bersubsidi di tingkat eceran biasanya Rp 85 ribu sampai Rp 90 ribu per sak 50 kg. Hal serupa diungkap petani lainnya dari Semidang Alas (SA), Iwan. Menurut Iwan, dirinya biasa membeli pupuk pupuk urea yang karungnya bermerk ’Pupuk Bersubsidi’ biasa dibeli denagn harga Rp 90 ribu sampai Rp 105 ribu. Terkait persoalan tersebut, Kepala Dinas Perindustrian Dan Perdagangan Koperasi (Disperindagkop) Seluma, Drs H Tarmizi Yunus belum dapat dikonfirmasi. Sehingga keterangannya terkait persoalan ini belum diperoleh. (444)