Harga Lada Merosot

Foto : IST

KEPAHIANG, Bengkulu Ekspress – Turunnya harga jual lada membuat kalangan petani lesu. Jika tahun lalu harga lada mencapai Rp 60 ribu/kg, maka tahun ini toke lada hanya membeli lada kering seharga Rp 28 ribu/kg.  Meri (28), warga Desa Gunung Agung Kecamatan Bermani Ilir menuturkan, jika dibandingkan tahun lalu, maka hasil panen lada menurun drastis. Bahkan penyusutan mencapai 50 persen, sehingga membuat dirinya lesu menyambut musim panen tahun ini.



“Kalau tahun lalu dengan luasan lahan yang saya kelola, saya panen sebanyak 450 kilo, tahun ini hasil separohnya untung dapat,” ujarnya.

Ia mengaku, tak mengetahui faktor penyebab minimnya hasil panen lada tahun ini. Karena petani hanya menanam lada dengan kemampuan seadanya. Tanpa mengetahui teknologi cara bercocok tanam lada, perawatan yang dilakukan dinilai sudah maksimal. Baik membersihkan lahan ataupun memberikan pupuk pada tanaman.  “Sekarang juga harganya sudah rendah tinggal Rp 28 ribu, kita sebagai petani pasrah saja,” ucapnya.

Menurutnya, di Kabupaten Kepahiang ada dua jenis lada yang ditanam petani. Yaitu lada kecil dengan sebaran merata diseluruh wilayah. Kedua lada besar atau lada baru (Untuk Kepahiang, red) yang banyak dikembangkan atau ditanam petani diwilayah Kecamatan Seberang Musi. “Panen tidak berbarengan, untuk lada kecil bulan 7 sudah mulai panen, sementara lada besar panen bulan 9. Untuk hasil sama, petani lesu tahun ini karena hasil penan sedikit,” tuturnya.

Pudin (46), petani di kawasan Rimbo Donok Kecamatan Tebat Karai mengakui hal serupa. Karena panen sahangnya tahun ini hanya didapat kisaran puluhan kilo. Jauh berbeda dibandingkan tahun lalu dengan hasil mencapai ratusan kilo.

“Saya tidak tahu kendalanya, mungkin karena cuaca panas hingga menyebabkan buah kurang atau cara tanam kami yang belum bagus,” ucapnya.

Iapun berharap, jika ada pelatihan dari pemerintah terkait dengan cara mengelola dan menanam lada.  “Kalau selama ini belum saya ikut, karena memang tidak tahu jika adanya program seperti itu. Kita tidak pernah mendapatkan pemberitahuannya,” tutur Pudin. (320)




    Leave a Reply

    Your email address will not be published.*