Harga Kopi Capai Rp 20 Ribu/kg

Bakti/Bengkulu Ekspress
KOPI BERKUALITAS: Biji kopi berkualitas yang dibeli oleh pengumpul dari petani Desa Kota Niur, Kecamatan Semidang Lagan, Kabupaten Benteng, Jumat (8/2).

SEMIDANG LAGAN, Bengkulu Ekspress– Hasil komoditi perkebunan kopi saat ini mulai menjanjikan. Ditengah anjloknya harga karet dan sawit, harga biji kopi mulai terus mengalami kenaikan. “Saat ini, harga biji kopi kembali naik,” ungkap Mina, toke atau pengumpul kopi ditemui Bengkulu Ekspress di kawasan pasar Desa Kota Niur, Kecamatan Semidang Lagan, Kabupaten Benteng, Jumat (8/2).

Meskipun belum memasuki panen puncak, dikatakan Mina, harga kopi secara berangsur mengalami kenaikan. Jika dibandingkan dengan minggu sebelumnya, harga biji kopi dari tangan petani mengalami kenaikan sebesar Rp 500 per kilogram.

“Minggu lalu, harga kopi hanya Rp 19.500 per kilogram. Pada hari ini, kami membeli kopi dengan harga Rp 20.000 per kilogram,” beber Mina.

Disampaikan mina, kenaikan harga kopi disesuaikan dengan harga beli yang ditawarkan oleh pengepul besar.”Biji kopi yang saya beli selanjutnya akan dijual ke pengepul besar di Kabupaten Kepahiang. Jika mereka membeli dengan harga yang lebih tinggi, harga beli dari petani tentunya akan kami naikkan,” jelasnya.

Secara keseluruhan, sambung Mina, aktivitas pembelian biji kopi di Desa Kota Niur biasa dilakukan setiap hari Jumat dan Sabtu. Saat belum memasuki musim puncak, Mina mengaku bisa membeli biji kopi hingga mencapai 3-4 ton perminggu.”Jika sedang musim panen, setiap minggu saya bisa membeli kopi hingga puluhan ton,” bebernya.

Senada disampaikan Mina, Kepala Desa (Kades) Kota Niur, Safri Husni mengungkapkan hal senada. Diungkapkan Kades, Kota Niur masih memiliki banyak lahan yang dimanfaatkan sebagai perkebunan kopi. Melihat peluang itu, tak sedikit toke atau pengepul dari luar desa atau bahkan luar daerah berdatangan untuk berburu kopi berkualitas bagus. “Saat ini, ada ratusan hektar lahan perkebunan kopi di Kota Niur. Jika sedang musim panen, kopi dari Kota Niur bisa mencapai 100 ton perminggu,” demikian Safri Husni. (135)