Harga Kopi Anjlok, Petani di Kepahiang Tunda Panen Kopi

DOK/Bengkulu Ekspress – Iwan Ansori, petani kopi Desa Taba Tebelet Kecamatan Kepahiang menunjukkan kondisi kopi di kebun miliknya.

BENGKULU, bengkuluekspress.com – Sejak pandemi Corona Virus Disease (Covid-19), harga komoditas kopi milik para petani di Kabupaten Kepahiang anjlok. Saat ini harga masih bertahan diangka Rp 16 ribu per Kg. Hal itu diungkapkan salah satu petani yang memiliki kebun kopi di Kabupaten Kepahiang, David, Rabu (3/6).

“Karena dengan harga jual Rp 16 ribu, beberapa petani termasuk saya lebih memilih untuk menunda terlebih dahulu panen kopi,” ungkap David.

Karena, lanjut David, ketika memanen kopi, ada beberapa biaya yang harus dikeluarkan. Mulai dari upah petik, dan juga upah angkut dari kebun. “Kalau tetap dipaksakan untuk dipanen, hanya lelahnya saja yang diperoleh,” ujar David.

Tak jauh berbeda juga disampaikan Owner KM Nol, Hery Supandi. Menurutnya, harga kopi yang anjlok saat ini merupakan dampak dari Covid-19. “Dimana permintaan pasar menurun drastis, sehingga berpengaruh besar terhadap harga jual kopi para petani,” sesal Hery.

Ditambahkan Hery, sebelum Covid-19 ini melanda, dirinya sudah deal untuk mengirim kopi asal Provinsi Bengkulu ke Bandung Jawa Barat. Tetapi harus dibatalkan karena Covid-19. “Untung saja pada waktu itu saya belum memesan atau membeli pada petani,” tutup Hery. (HBN)



    Leave a Reply

    Your email address will not be published.*