Harga Kelapa Turun

TURUN Salah satu pedagang kelapa di Kecamatan Nasak saat mengumpulkan kelapa yang di beli dari petani untuk dijual ke luar Provinsi, Minggu (227
IRUL/Bengkulu Ekspress
TURUN: Salah satu pedagang kelapa di Kecamatan Nasal saat mengumpulkan kelapa yang dibeli dari petani untuk dijual ke luar provinsi, Minggu (22/7).

BINTUHAN, Bengkulu Ekspress– Tidak hanya petani sawit yang menjerit lantaran harga Tandan Buah Segar (TBS) terus turun, namun kondisi yang sama juga dialami petani buah kelapa. Sebab semenjak beberapa pekan terakhir ini harga buah kepala di petani turun dari harga biasanya. Sekarang harga kelapa hanya Rp 2.500 perbuahnya.

“Sekarang ini harga buah kelapa turun dari biasanya, kalau harga biasanya Rp 3.000, sekarang ini hanya Rp 2.500 hingga 2.600 perbuahnya,” kata Eva (32) satu pengepul kelapa di Kecamatan Nasal.

Dikatakan Eva, saat ini harga buah kelapa tingkat petani yang biasanya harga Rp 3 ribu per buah, turun menjadi Rp 2.500 per buahnya. Sedangkan ditingkat pengepul atau toke kelapa hanya menerima Rp 2.900 per buah dari pembeli. Turunnya harga kelapa ini diduga stok kelapa melimpah dan harga beli menurun.

Juga ini harga dari penadah yang biasanya menjual dan membawa buah kelapa ke Lampung dan Jakarta itu sudah mengalami penurunan. Sebab jika dibeli mulai dari atas pohonnya itu lebih murah lagi karena biasanya upah memanjat dan membuka kepala itu ditanggung oleh pembeli.



“Kalau kami ngambil dipetani langsung ini harga buah kelapa ini Rp 2.500 dan kami jual ke luar itu sekitar Rp 3000,” ujarnya.

Senada juga disampaikan Mahmudin (43), petani kelapa di Kecamatan Kaur Selatan, ia mengaku penurunan harga kelapa ini cukup disayangkan karena terjadi saat panen meningkat. Saat ini diperkirakan terjadi peningkatan hasil panen sekitar 20 persen dibandingkan biasanya. “Sekarang ini kami hanya bisa berharap harga kelapa ini bisa normal lagi, sehingga pendapatkan kami meningkat, karena ini mata pencaharian kami,” harapnya. (618)