Harga Karet Tembus Rp 10 Ribu/Kg

KARET: Salah satu petani karet sekitar jalan raya Kecamatan Kaur Tengah saat menjual karet kepada pengepul keliling.

BINTUHAN, bengkuluekspress.com – Harga getah karet ditingkat petani di Kabupaten Kaur kembali naik. Jika sebelumnya pengepul menghargai getah karet ditingkat petani Rp 7 ribu hingga Rp 8 ribu per kilogram, kini naik menjadi Rp 10 ribu per kilogram. Meningkatnya harga karet disambut gembira petani dan pemilik kebun karet di Kabupaten Kaur.

“Alhamdulillah sudah satu mingguan ini getah karet kami dihargai Rp 10 ribu per kilogram oleh pengumpul, kalau sebelumnya hanya Rp 8 ribu,” ujar Subian (43), salah satu petani karet Desa Geramat Kecamatan Kinal, Jum’at (15/1).

Dikatakan Subian, para petani karet di Kabupaten Kaur khususnya di Kecamatan Kinal kini bergembira atas kondisi ini. Sebab jika sebelumnya mereka malas menyadap karet karena harga jual tidak sesuai dengan biaya sadap, kini mereka kembali bersemangat dan menjual karet hasil sadapannya ke pengepul. Juga dengan harga karet yang terus naik ini, tentu sangat membantu masyarakat untuk memenuhi berbagai kebutuhan selama pandemi Covid-19 ini.

“Kami sangat bersyukur dan berterima kasih dengan kenaikan harga mencapai Rp 10 ribu per kilo. Kalau dulu kami petani sangat menderita saat harga jatuh hingga Rp 5 ribu per kilo. Kenaikan karet ini sangat membantu kami petani ditengah wabah Covid-19 ini,” terangnya.

Sementara itu, Yanto (39) salah seorang pengepul (toke) karet di Kecamatan Kaur Tengah juga menyampaikan, dimana kenaikan harga karet hingga Rp 10 ribu per Kg ini cukup berarti baginya. Sebab kini para petani sudah mulai banyak yang menyadap karet kembali tanaman karet mereka. Ia juga berharap harganya karet makin naik lagi.

“Kalau kita senang karena petani sudah banyak yang menjual hasil karet mereka semenjak harga naik ini. Harapan kita getah karet ini bisa naik lebih lagi agar petani bisa lebih semangat menyadap karetnya,” harapnya. (618)

    Leave a Reply

    Your email address will not be published.*