Harga Karet Bertahan Rp 6 Ribu

TURUN Salah satu petani karet di sekitar Kecamatan Tanjung Kemuning saat menjual karet dengan toke karet keliling, Kamis (166
foto:ist

BENTENG, Bengkulu Ekspress – Harga karet sampai saat ini masih belum memberikan kabar gembira bagi para petani. Betapa tidak, sejak 2012 tahun lalu (6 tahun,red), harga karet mentah olahan petani tak kunjung ada peningkatan. “Penurunan harga karet secara signifikan terjadi pada tahun 2012 lalu. Dari Rp 10 ribu per kilogram turun derastis menjadi Rp 6 ribu per kilogram. Sejak mengalami penurunan, harga karet tak kunjung mengalami kenaikan yang menggembirakan,” ungkap Wahono, warga Desa Semidang, Kecamatan Semidang Lagan.

Lebih lanjut, Wahono menuturkan, penurunan harga kerat tentu saja berimbas secara nyata terhadap gaya hidup masyarakat. Jika sebelumnya petani dapat dengan mudah membeli bahan makanan, sembako ataupun peralatan elektronik, penurunan harga karet membuat petani terpaksa menahan diri.

“Karena harga karet murah, masyarakat lebih memilih untuk hidup sederhana. Bahkan, jika sebelumnya petani dapat dengan mudah untuk membeli sepeda motor ataupun barang elektronik, dalam kondisi seperti ini petani harus bekerja keras terlebih dahulu untuk mengumpulkan rupiah,” bebernya.

Belum adanya kepastian mengenai kenaikan harga karet, jelas Wahono, tak sedikit para petani yang terpaksa mencari sumber rezeki lain. Salah satunya adalah dengan mengganti lahan perkebunan karet dengan tanaman yang memiliki harga lebih tinggi. Seperti tanaman kopi.



“Jauh sebelum harga karet melambung, masyarakat di Desa Semidang dan sekitarnya sebagian besar merupakan petani kopi. Karena karet lebih menggiurkan, tanaman kopi diganti menjadi tanaman karet. Akan tetapi, dikarenakan saat ini harga karet kembali anjlok, beberapa petani ada yang kembali hijrah menjadi petani kopi yang memiliki harga tinggi. Yakni bisa mencapai Rp 18-20 ribu per kilogram,” beber ungkap Wahono.(135)