Harga Karet Anjlok, Rp 4 Ribu Perkilogram

KARET: Salah satu petani karet di Kecamatan Tetap saat menjual hasil karenya di pengepul, Senin (1/6)

BINTUHAN,Bengkuluekspress.com– Para petani karet diwilayah Kabupaten Kaur semakin terpuruk, sebab harga getah karet saat ini ikut kena imbas akibat penyebaran virus corona atau Covid-19, yang berasal dari Wuhan Negara Cina tersebut. Dimana dari sebelumnya bertahan diangka Rp 5 ribu per kilogram (Kg), kini hanya menyisahkan Rp 4 ribu per kilogramnya.

“Bulan lalu mencapai Rp 5 hingga 6 ribu perkilogram, tapi bulan ini hanya Rp 4 ribu perkilogram,” kata Mbah Tum (45), petani karet desa Cahaya Batin Kecamatan Kaur Tengah kemarin (1/6).

Dikatakannya, harga karet ini semakin jatuh sejak adanya isu virus corona menyebar. Dimana dirinya hanya penyadap dengan sistem bagi hasil.

Dengan kondisi harga karet yang hanya Rp 4 ribu per Kg, tentu sangat memukul ekonomi keluarganya. Kondisi ini tentu membuat para petani karet mencerit.

“Kami rakyat kecil, hanya berharap ada keajaiban yang bisa mengangkat ekonomi kami dan kalau bisa harga karet ini normal lagi,” harapnya.

Senada juga dialami Rusli (49), petani karet Kecamatan Tetap, ia mengakui jika beberapa minggu ini terakhir ini nilai jual getah karet ke pihak pengepul mengalami penurunan dan harganya sangat drastis dalam per kilonya.

Dimana harga getah karet mingguan dibeli pengepul seharg Rp 4 ribu perkilogram, dari harga sebelumnya yng mencapai angka Rp 5 ribu perkilograamnya.

“Kini kami hanya bisa pasrah dan berharap harga karet ini normal lagi, dan kami petani kini tidak bisa berbuat apa-apa dan harus mencari pemasukan tambahan jadi kuli bangunan,” ujarnya. (618)



    Leave a Reply

    Your email address will not be published.*