Harga Ikan Turun, Peternak di Rejang Lebong Mengeluh


Ary/BE
Salah satu petani ikan di Desa Belumai saat memberi pakan ikan miliknya, saat ini harga ikan turun dan dikeluhkan oleh petani.

CURUP, bengkuluekspress.com– Sejumlah peternak ikan di Desa Belumai I dan Belumai II Kecamatan Padang Ulak Tanding mengeluhkan harga ikan yang turun. Bahkan turunnya harga ikan tersebut sudah berlangsung dalam beberapa bulan terakhir atau semenjak pandemi Covid-19 merebak.
“Dampak dari Covid-19 ini juga kami rasakan disini, karena sejak adanya Covid-19 harga ikan mengalami penurunan,” aku Sumarna (45), salah seorang peternak ikan.

Dijelaskan Sumarna, saat ini harga 1 Kg ikan borongan ditingkat petani dihargai Rp 17.500 per Kg. Dengan harga seperti itu, maka menurut Sumarna mereka masih rugi. Sebab harga pakan ikan saat ini cukup tinggi yaitu Rp 9.250 per Kg.
“Kami baru bisa mendapat untung bila harga ikan Rp 19 ribu,” aku Sumarna.

Dengan kondisi sekarang, menurut Sumarna ia terpaksa mengurangi jumlah pakan yang diberikan kepada ikan-ikan yang ia budidayakan. Dimana saat ini di kolam air deras miliknya yang bisa menampung hingga 200 ribu ekor ikan, dalam seharinya hanya diberi 5 zak pakan atau sebanyak 250 Kg. Padahal sebelumnya ia mengaku memberi pakan sebanyak 10 zak atau sebanyak 500 Kg dalam seharinya.

Pengurangan jumlah pakan yang diberikan tersebut, menurutnya berdampak pada durasi dari budidaya ikan yang ia lakukan. Bila sebelumnya panen ikan ia lakukan setiap 4 bulan sekali, namun karena pengurangan pakan maka panennya baru bisa dilakukan pada usia 5 bulan.
“Kami berharap harga ikan ditingkat petani bisa kembali normal, minimal Rp 19 ribu per Kg, sehingga keuntungan yang kami dapatkan bisa lebih maksimal,” harap Sumarna.(251)

    Leave a Reply

    Your email address will not be published.*