Harga Ikan Rendah, Petani Terancam Gulung Tikar

beri ikan makan
SEGINIM, BE – Petani ikan kolam air deras di Kabupaten Bengkulu Selatan (BS) khususnya di Kecamatan Seginim dan Air Nipis terancam gulung tikar. Penyebabnya karena dalam satu bulan terakhir, harga jual ikan rendah, tidak sesuai dengan modal yang telah dikeluarkan.
Dimin (38), salah satu Petani Ikan Desa Babatan Ulu, Seginim, mengungkapkan, saat ini harga ikan nila sangat rendah, yakni Rp 18 ribu per kg. “Dengan harga yang hanya Rp 18 ribu per kg, jangankan untung, modal yang kami keluarkan saja tidak kembali,” ucapnya.
Dimin menambahkan, jika seorang petani ikan memiliki kolam ukuran 10×10 meter, maka bibit yang dibutuhkan sebanyak 800 kg. Dari jumlah itu, pakan ikan yang dibutuhkan pun sebanyak 80 ton untuk waktu tiga bulan atau hingga panen. Jika harga pakan Rp 10 ribu per kg, maka sekali panen petani harus merogoh kocek hingga Rp 80 juta. Selanjutnya, sambung Dimin, dengan bibit sebanyak 800 kg, jika setiap kg bibit menghasilkan 5 kg ikan siap jual, maka total panen yang didapat petani sebanyak 4 ton. “Itu hasil maksimal, jika dikalikan Rp 18 ribu per kg, maka total uang yang kami dapat hanya Rp 72 ribu artinya kami rugi Rp 7 juta,” urainya.
Ditambahkan Dimin, petani baru bisa mendapatkan untung jika harga jual ikan nila mencapai Rp 24 ribu atau Rp 25 ribu per kg. Sehingga dengan asumsi tersebut diatas, maka petani bisa mendapatkan untung sekitar Rp 16 juta sekali panen. “Untung Rp 16 juta itu masih kotor, belum dikurang harga bibit dan jika ada ikan yang mati,” ucap Dimin.
Menurut Dimin, petani ikan di Kecamatan Seginim dan Air Nipis yang saat ini berjumlah sekitar 250 orang, sudah tidak berani lagi menjual ikannya. Mereka pun membiarkan ikan tetap dalam kolam. Dengan kondisi itu, jika harga ikan tetap tidak naik, maka petani pun mulai berpikir untuk beristirahat berusaha kolam air deras, sambil menunggu harga naik lagi.
Dimin berharap Pemda BS dapat memfasilitasi para petani ikan untuk dapat mencarikan solusi agar harga naik lagi. Selain  itu pemda juga diharapkan dapat membantu pakan ikan agar harga pakan dapat ditekan, sehingga petani tidak terlalu merugi.
“Harapan  kami pemda dapat memperdulikan nasib ratusan petani ikan agar usaha tidak gulung tikar,” harap Dimin. (369)