Harga Ikan Meroket

MAHAL: Harga ikan laut saat ini mahal lantaran modal yang dikeluarkan nelayan sangat besar ditambah lagi, nelayan kesulitan melaut lantaran badai,Minggu (21/1).
MAHAL: Harga ikan laut saat ini mahal lantaran modal yang dikeluarkan nelayan sangat besar ditambah lagi, nelayan kesulitan melaut lantaran badai,Minggu (21/1).

PASAR MANNA, Bengkulu Ekspress – Penderitaan warga Bengkulu Selatan (BS) saat ini semakin lengkap. Pasalnya disaat harga getah karet yang sejak anjlok hingga 5 ribu per kg dan saat ini tak kunjung naik, kemudian ditambah dengan harga beras yang terus naik bahkan ada yang mencapai Rp 40 ribu per kulak. Saat ini, harga ikan juga meroket.

“ Saat ini harga ikan semakin mahal, harganya sudah mencapai Rp 40 ribu hingga Rp 45 ribu per kg,” keluh Yuni (45) salah satu ibu rumah tangga yang membeli ikan di tempat pelelangan ikan (tpi) pantai pasar bawah, Minggu (21/1).

Yuni mengatakan, selama ini harga ikan hanya kisaran Rp 20 ribu hingga Rp 25 ribu per kg. Sehingga naiknya harga-harga kebutuhan saat ini, membuat dirinya khawatir ke depan akan semakin sulit membeli kebutuha keluarga.

“ Apa-apa semuanya mahal, ya kalau orang kaya mungkin tidak khawatir, tapi kami yang miskin ini yang semakin sengsara,” ujarnya.

]Budi, salah satu nelayan pantai pasar bawah mengatakan, naiknya harga ikan disebabkan saat ini para nelayan kesulitan mencari ikan lantaran badai. Akibatnya, ikan hanya sedikit yang didapat. Kemudian para nelayan yang tidak punya modal, harus pinjam modal para Pemilik kapal, kemudian ikan di jual pada pemilik kapal atau pemberi modal, selain itu harga bahan bakar minyak (BBM) yang mahal juga menjadi penyebab harga naik.

“ Harga BBM saja juga naik, ditambah lagi ikan sulit, jadi wajar saja harga jual ikan naik,” ujarnya.

Selain itu, sambung Budi, minimnya tangkapan ikan karena kurangnya alat tangkap yang dimiliki nelayan. Sehingga perlu adanya perhatian pemda BS terhadap para nelayan.

“Alat tangkap kami juga sudah rusak dan bahkan kurang, kami sangat mengharapkan bantuan alat tangkap ikan,” harap Budi. (369)