Harga Ikan Melejit

ikan_melejitBINTUHAN,BE– Cuaca buruk yang melanda belakangan ini berimbas kepada harga ikan di pasaran. Pasalnya, kondisi tak bersahabat ini mengurangi hasil laut. Lantaran banyak nelayan di wilayah Kabupaten Kaur tidak melaut alias break sementara.

Akibatnya, pasokan ikan sulit dan memaksa para pedagang ikan untuk mendatangkan berbagai jenis ikan dari luar. Imbasnya, harga berbagai jenis ikan melejit.

“Semenjak cuaca buruk ini, nelayan umumnya sudah banyak tidak melaut. Mereka takut tidak selamat di tengah laut kalau memaksa melaut,” ujar Yeni (45), penjual nasi di kecamatan Kaur Selatan kemarin.

Akibat banyaknya nelayan yang istirahat melaut persediaan ikan yang dijual di pasar mendadak turun drastis. Bahkan, dia yang biasa menjual nasi dan ikan laut, terpaksa berhenti karena kesulitan mencari ikan dengan harga normal. ”Saya tidak berani beli ikan laut kalau mahal. Sebab, harus menaikkan harga nasi. Kalau tidak dinaikkan rugi, saya takut tidak ada pembelinya,” keluhnya.

Maman (53), pedagang ikan sekitar pasar Inpres menyebutkan sejak terakhir ini suasana di TPI Desa Pasar Lama sepi secara drastis. Sebab para nelayan umumnya berhenti melaut dikarenakan cuaca buruk. Akibat banyaknya nelayan yang istirahat melaut, persediaan ikan yang dijual di tempat pelelangan ikan setempat mendadak turun drastis dibandingkan dengan hari-hari biasanya. “Biasanya ikan yang dijual di sini TPI itu banyak. Namun, dalam tiga hari ini turun drastis,” katanya.

Dikatakanya, untuk harga ikan jenis tuna perkilo Rp 25 ribu sekarang meningkat dengan harga Rp 35-40 ribu per kilo, ikan bawal, yang saat ini, harganya Rp 70 ribu per kilogram, atau naik Rp 20 ribu per kiloigram. “Sekarang ikan sulit dicari, dan juga kami banyak ngambil ikan dari luar, seperti Lampung,” ujarnya.

Ketika ditanya kapan nelayan itu akan kembali melaut, beberapa nelayan mengaku tergantung dari situasi dan kondisi, termasuk cuaca. Ikan-ikan hasil tangkapan para nelayan, selain untuk memenuhi kebutuhan konsumsi masyarakat Kaur dan sekitarnya. Banyak juga yang dikemas langsung dipasarkan ke sejumlah daerah di luar Provinsi Bengkulu. “Kalau ikan ini banyak kadang kami jual ke Jakarta, tapi kalau seperti ini cuma disekitar Kaur inilah,” tutupnya.(618)